nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Jadi Tukang Gosip & Berkata Buruk? Perhatikan Teman Sekolahnya Moms!

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 28 Juli 2017 09:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 28 196 1745474 anak-jadi-tukang-gosip-berkata-buruk-perhatikan-teman-sekolahnya-moms-AS56SlKpAt.jpg Pola Asuh Anak (Foto: Ist)

PERILAKU anak tiba-tiba bisa membuat orangtua terkejut. Terutama ketika sudah memasuki bangku sekolah. Sungguh berbeda dengan ketika anak masih dalam pengawasan di rumah.

Ya, pergaulan di luar memang tak dapat dikontrol. Anak dapat dengan mudah terpengaruh teman-teman di sekitarnya. Seperti dilansir Popsugar, Jumat (28/7/2017) inilah beberapa pengaruh buruk dari teman yang dibawa anak ke rumah.

Berkata buruk

Anak-anak pasti memiliki kata-kata favorit mereka sendiri di antara kelompok teman tapi ketika kata-kata buruk atau ekspresi kasar menjadi daftar ucapan yang dilontarkan anak, penting untuk menjelaskan apa yang lucu dan mana yang tidak. Sementara banyak daya tarik kata-kata ini berasal dari reaksi teman sebaya, anak-anak juga mulai mencari perhatian dari orangtua lewat sikap ini.

Baca Juga: Moms, Beri Pengertian pada Anak Pelaku Bully dan Bijaksanalah!

Gosip

Meskipun mungkin terlihat sangat normal untuk melakukan pengamatan terhadap seseorang, terutama saat dibahas di antara teman-teman, penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka kekuatan kata-kata. Dan jangan hanya karena seseorang tidak ada yang mendengar, bukan berarti membicarakan keburukan teman lainnya baik.

Membully atau meninggalkan teman

 Baca Juga: Keajaiban! Hanya Punya Peluang 1% Hamil, Seorang Survivor Kanker Lahirkan Bayi Laki-Laki

Bahkan jika anak Anda adalah anak paling manis, mereka adalah "anak kecil" biasa. Seringkali anak-anak tersapu kelompok teman dan tekanan teman sebaya dan bahkan tidak menyadari bahwa mereka membentuk kelompok-kelompok - apalagi ini memberi dampak negatifnya terhadap orang lain. Anak bisa ikut-ikutan membully atau meninggalkan teman lainnya. Penting untuk tidak hanya memasukkan perilaku inklusif tapi juga selalu menjelaskan pentingnya perilaku empati.

Tidur larut malam

Anak-anak yang biasanya disiplin bisa berubah siklus jam tayang setelah punya teman dan berinteraksi lewat ponsel. Entah chating atau video call. Cegah siklus ini dengan memberi aktivitas pada pada siang hari.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini