FOOD STORY: Beseprah, Tradisi Makan Bersama Perekat Tali Silaturahmi ala Masyarakat Kutai

Senin 31 Juli 2017 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 31 298 1747134 food-story-beseprah-tradisi-makan-bersama-perekat-tali-silaturahmi-ala-masyarakat-kutai-Ul5frzaOAy.jpg Tradisi makan bersama Beseprah (Foto:Beritaborneo)

Beseprah pada pelaksanaan Festival Erau 2017 yang berlangsung pada 22 Juli hingga 30 Juli, dilakukan di Jalan Monumen Timur yang persis berada di depan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara. Kedaton yang dimaksud adalah replika Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara sendiri kini telah diserahkan ke pemerintah menjadi Museum Mulawarman.

Jangan terkikis Putra Mahkota mengharapkan tradisi itu jangan sampai terkikis, karena merupakan peninggalan budaya masyarakat Kutai. Bagi dia, generasi sekarang hendaknya masih melakukan apa yang dilakukan para tetua pada zaman dahulu meskipun zaman telahh berubah.

Tradisi Beseprah tersebut menunjukkan diplomasi makanan yang dilakukan para Sultan Kutai Kartanegara untuk merawat kemajemukan rakyatnya, yang terdiri dari berbagai suku seperti Melayu Kutai, Dayak, Banjar, Bugis, dan lainnya.

BACA JUGA: Nikmatnya Makan Bersama dalam Tradisi Lebaran Ketupat

"Pada era kerajaan, rakyatnya setia dan tunduk pada kerajaan." Bupati Kutai Kartanegar, Rita Widyasari, menjelaskan Beseprah merupakan simbol kedekatan raja dan rakyatnya atau sekarang pemerintah dan rakyatnya.

"Beseprah juga ajang untuk saling berbagi dan saling menghormati," tambah Rita.

Pada saat Beseprah pula, masyarakat saling berbagi makanan yang ada. Pihaknya meminta ragam makanan disediakan oleh perangkat daerah, perbankan, perusahaan swasta, dan masyarakat.

 

(Indonesiakaya)

"Saya minta semua kalangan untuk menyajingan hidangan khas Kutai dan semuanya halal." Bupati Rita menjelaskan pihaknya terus berkomitmen untuk melestarikan budaya Kutai Kartanegara, yang kini menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Tenggarong.

Seorang wisatawan dari Samarinda, Ari Wijayanti, mengatakan pihaknya sangat takjub dengan pelaksanaan Beseprah tersebut.

"Saya belum pernah lihat tradisi seperti ini, yang mana rakyat dan pemerintah duduk dan makan bersama-sama," kata Ari.

BACA JUGA: FOOD STORY: 5 Pelajaran Hidup dari Tradisi Makan Bajamba Khas Riau, Salah Satunya Ajaran Nabi Muhammad SAW

Ari berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung, karena termasuk bagian dari kearifan lokal yang perlu dilestarikan karena Beseprah tak sekedar makan bersama tetapi juga alat merekatkan rakyat dan pemimpinnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini