Share

Kurangi Tingkat Kelaparan di Dunia, Tim Peneliti Finlandia Ciptakan Makanan dari Mesin Listrik

Pradita Ananda, Okezone · Senin 31 Juli 2017 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 31 298 1747319 kurangi-tingkat-kelaparan-di-dunia-tim-peneliti-finlandia-ciptakan-makanan-dari-mesin-listrik-Nvyxsrrx52.jpg Ilustrasi Makanan (Foto: Popsugar)

TINGKAT kelaparan yang tinggi masih menjadi salah satu permasalahan di dunia, yang belum juga bisa diberantas hingga saat ini.

Sehubungan dengan masalah kelaparan di dunia yang terus meningkat ini, berbagai upaya coba untuk dilakukan. Salah satunya oleh para tim peneliti dari Finlandia, disebutkan baru saja sedang mengembangkan sebuah teknologi yang digadang-gadang bisa menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi permasalahan kelaparan ini.

(BACA JUGA: Seram, 5 Cake Ini Berbentuk Organ Tubuh Manusia Mulai Otak hingga Jantung, Berani Makan?)

Diketahui, tim peneliti Finlandia tersebut sedang mengembangkan metode membuat makanan dari mesin listrik. Di mana alat ini nantinya akan memproduksi bahan makanan yang murah, untuk mengantisipasi produksi bahan makanan dari sektor pertanian yang tidak stabil karena semakin meluasnya dampak perubahan iklim.

Seperti dikutip Bussinessinsider, Senin (31/7/2017) para peneliti tersebut membuat sejumlah protein tunggal yang cukup bernutrisi alias bergizi dengan memakai sebuah sistem yang didukung oleh energi terbaru. Di mana disebutkan, proses ini hanya akan membutuhkan listrik, air, zat karbondioksida, dan mikroba.

Kegiatan pengembangan oleh para peneliti Finlandia ini, diketahui adalah proyek Food From Electricity yakni kolaborasi antara Lappeenranta University of Technology (LUT) dan Pusat Penelitian Teknis VTT di Finlandia. Tahapan awal produksi bahan makanan dari mesin ini diawali dengan mengungkap bahan baku elektrolisis dalam mesin bioreactor, di proses inilah menghasilkan bubuk makanan dengan kandungan yang terdiri lebih dari 50 persen protein dan 25 persen karbohidrat. Teksturnya juga dapat diubah dengan mengubah mikroba yang digunakan dalam proses produksi.

Juha-Pekka Pitkänen, selaku ilmuwan utama di VTT menyebutkan tahapan selanjutnya adalah memaksimalkan sistem yang telah ada, pasalnya sejauh ini sebuah bioreaktor seukuran cangkir kopi saja membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menghasilkan satu gram protein. Untuk membuat sistem teknologi yang lebih efesien, Juha memperkirakan waktu yang dibutuhkan sekiranya kurang lebih selama sepuluh tahun atau satu dekade.

(BACA JUGA: Ya Ampun! Makanan Ini Dimasak Pakai Setrikaan, Bagaimana Rasanya Ya?)

“Sekarang kita fokus pada pengembangan teknologi, konsep reaktor, teknologi, peningkatan efisiensi, dan pengendalian proses. Untuk rentang waktu, sepertinya sepuluh tahun bisa dibilang adalah waktu yang cukup realistis untuk bisa mencapai hasil kapasitas yang lebih baik lagi. Termasuk di dalamnya soal legalitas peraturan undang-undang dan proses dari tekhnologi itu sendiri,” papar Juha.

Juha juga menjelaskan, diharapkan ke depannya pengembangan tekhnologi ini bisa diboyong ke daerah-daerah yang mengalami masalah kelaparan. Sehingga menjadi salah satu sumber penyedia bahan makanan yang bernutrisi dan tidak mahal, untuk masyarakat yang sangat membutuhkan, karena mesin ini tidak memiliki syarat khusus seperti lokasi, suhu yang pas, atau kelembapan yang tepat, serta jenis tanah tertentu.

(BACA JUGA: POP SUGAR: Bukan Cuma Kucing, Sekarang Minion & Spiderman Ikut Berendam dalam Cangkir Kopi)

Wah, semoga saja pengembangan mesin tekhnologi makanan listrik ini bisa berhasil secara optimal dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga bisa menjadi solusi efektif dalam melawan masalah kelaparan di berbagai penjuru dunia.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini