Hiii,,,Gua Candelaria Jadi Pintu Menuju "Neraka" bagi Suku Maya

Tentry Yudvi, Jurnalis · Selasa 01 Agustus 2017 12:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 01 406 1747625 hiii-gua-candelaria-jadi-pintu-menuju-neraka-bagi-suku-maya-PamJnVj9Te.jpg Gua Candelaria, Guetemala (foto: flickriver)

TAMAN Nasional Gua Candelaria berlokasi di Amerika Latin memiliki keindahan alam luar biasa sekaligus menakutkan. Sebab, destinasi ini dipercaya sebagai pintu neraka bagi suku Maya kuno. Hingga kini pun masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Gua ini terbentuk dari 7 gua yang terhubung dengan Rio Candelria dengan panjang 22 km. Uniknya jika umumnya gua terkesan sempit, namun Gua Candelaria memiliki lebar sepanjang 20-30 meter dengan ketinggian mencapai 10-60 meter. Ukuran yang sangat besar untuk sebuah gua.

(Baca Juga: Hiii,,,5 Taman Rekreasi Ini Bikin Merinding)

Bagi para peneliti gua ini merupakan sumber yang kaya dengan budaya dan keindahan alam. Sebab, situs tersebut dulunya menjadi tempat wisata religi bagi Suku Maya Kuno dan juga menjadi rumah bagi flora dan fauna. Bagi Suku Maya Kuno, gua ini merupakan jalan menuju dunia underworld yang dikenal dengan sebutan Xibalba.

(foto: Antti T. Nissinen/Wikimedia)

Dilansir dari Atlasobscura, Selasa (1/8/2017), berdasarkan tulisan mitologi suku Maya, Xibalba diterjemahkan sebagai “Tempat Dari Ketakutan” yang menjadi sebuah dunia dikuasai oleh 12 Tuhan. Salah satu Tuhan dengan nama Pus Master dan Bloody Claws dikenal sebagai pencabut nyawa dengan menggunakan peralatan menyebabkan rasa sakit, membuat kelaparan di berbagai rumah yang penuh dengan rintangan berbahaya, mengisi sungai-sungai penuh dengan darah dan serangga berbisa.

(Baca Juga: Desa Hantu di Belgia Bisa Jadi Spot Wisata, Berani Uji Nyali?)

Di abad ke-16, bentuk fisik masuk ke dunia Xibalba dipercaya berada di Gua Candelaria di Coban, Guatemala. Sebuah struktur gua di Cagar Alam Gunung Tapir Belize ini juga diyakini sebagai jalan menuju Xibalba.

Akses ke gua memerlukan perjalanan yang melelahkan dengan hiking yang ekstensif, berenang di bawah air, dan berjam-jam mengarungi sungai yang dingin. Di dalam gua, langit-langit berkubah menampilkan singkapan tetesan stalaktit antara lubang dari sarang kelelawar.

(Baca Juga: 3 Gua Terseram di Asia Tenggara, Berani Masuk?)

Lokasi ini konon sering digunakan untuk ritual serta upacara dengan sebutan “kill holes” untuk melepas jiwa demi persembahan ke Tuhan mereka. Di sini juga menjadi rumah bagi tulang belulang dari zaman dulu, dan tulang paling terkenal adalah “Crystal Maiden” yang merupakan tubuh dari seorang remaja di mana menjadi korban dalam upacara pengorbanan untuk Tuhan dan sudah ada sejak 1000 tahun lalu.

(foto: Peter Andersen/Wikimedia)

(Baca Juga: Hiii...Merindingnya Jelajahi Bukit Penyihir di Lithuania)

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini