nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Suku Asli Siberia yang Tahan dengan Suhu Minus 50 Derajat Celsius

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 01 Agustus 2017 17:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 01 406 1747761 kenali-suku-asli-siberia-yang-tahan-dengan-suhu-minus-50-derajat-celsius-EsBWjtnFM9.jpg Suku Nenets, Siberia (foto: Steve Morgan)

JIKA disuruh untuk memilih sebuah daerah untuk dijadikan tempat tinggal, di manakah daerah yang ingin Anda tinggali tersebut? Pasti Anda akan memilih daerah yang menurut Anda nyaman, strategis dan mudah mengakses tempat-tempat umum, bukan?

Wajar saja, karena kenyamanan dan mudahnya akses selalu jadi hal yang diutamakan dalam mencari tempat tinggal. Namun, ternyata faktor-faktor tersebut tidaklah sama dengan apa yang dilakukan oleh suku yang ada di Siberia.

(Baca Juga: Rusia Bangun Monumen untuk Mengenang Pengorbanan Tikus bagi Kemajuan Ilmu Pengetahuan)

Suku Nenets namanya, suku yang merupakan penduduk asli dari Siberia tersebut nyaman dan tahan di kawasan yang sangat dingin, tidak tanggung-tanggung suhu daerah yang mereka tempati seringkali bisa mencapai hingga minus 50 derajat celsius!

(foto: Steve Morgan)

Perubahan iklim terkadang jadi ancaman bagi Suku Nenets, pasalnya mereka sangat tergantung pada ternak rusa kutub, dan menggunakannya untuk bahan makanan, pakaian, peralatan sehari-hari, transportasi dan fungsi yang lebih banyak lagi saat mereka bermigrasi dari tempat sebelumnya ke tempat yang lain. Suku Nenets memang hidup nomaden atau tidak menetap, maka tidaklah heran jika mereka selalu berpindah tempat.

(Baca Juga: 5 Taksi Mewah saat Travelling ke Luar Negeri, Ada BMW hingga Porsche!)

Kehidupan sehari-hari Suku Nenets berjalan berbeda dengan kehidupan penduduk yang hidup di desa lainnya di daerah yang lebih hangat. Selama musim dingin, ketika suhu bisa turun hingga minus 50 derajat celcius, sebagian besar Suku Nenets membawa rusa kutub ternak mereka ke hutan atau taiga. Sedangkan, pada musim panas, ketika matahari bersinar mereka bermigrasi ke bagian utara dan bisa menempuh perjalanan sejauh 1000 kilometer.

(foto: Steve Morgan)

Selama ribuan tahun lamanya, Suku Nenets telah hidup di Semenanjung Yamal, yang merupakan lahan gambut yang membentang dari Siberia Utara ke Laut Kara. Di semenanjung ini, Suku Nenets hidup dan menggembala rusa lebih dari seribu tahun.

(Baca Juga: AJAIB!! Benteng Berusia 230 Tahun di India Disulap Menjadi Hotel Bintang 5)

Saat ini, cara hidup Suku Nenets yang nomaden berada di bawah ancaman dari dampak perubahan iklim, kondisi tundra semakin tidak dapat diprediksi dan dari hasil penelitian Semenanjung Yamal ternyata mengandung cadangan gas terbesar di planet ini, dikutip dari The Atlantic, Selasa (1/8/2017).

(Baca Juga: Serunya Berkelana Mengelilingi China Naik Kereta! Coba Kereta Tidur)

(foto: Steve Morgan)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini