Share

Tangkal Penyakit Campak dan Rubella, Ratusan Siswa di Yogyakarta Diimunisasi MR

Prabowo, Jurnalis · Selasa 01 Agustus 2017 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 01 481 1747709 tangkal-penyakit-campak-dan-rubella-ratusan-siswa-di-yogyakarta-diimunisasi-mr-c7NUwzMIcu.jpg Ilustrasi (Foto: DNAindia)

YOGYAKARTA - Ratusan siswa Madrasyah Tsanawiah Negeri 10 Sleman diimunisasi Measless Rubella hari ini. Tujuannya agar mereka kebal dari penyakit campak dan rubella yang menjadi ancaman serius pada anak.

Kepala Sekolah MTsN 10 Sleman, Busyroni Majid mengatakan ada 385 siswa yang menimba ilmu di sekolah tersebut. Pihaknya sudah memberitahukan pada wali murid perihal imunisasi dari pemerintah ini. (Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)

"Kita sampaikan pada orangtua wali murid perihal imunisasi Measless Rubella ini untuk siswa. Mereka antusias dan tidak ada penolakan karena ini demi menjaga kekebalan tubuh anak," katanya, Selasa (1/8/2017).

Ada dua siswa yang pernah melakukan imunisasi itu saat kecil. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan dokter perihal tersebut. (Baca Juga: Cegah Campak dan Rubella, Ayo Bawa Anak Suntik Vaksin MR Agustus Nanti, Gratis!)

"Tidak masalah, justru bisa jadi penyangga atau boster bagi anak. Jadi yang pernah diimunisasi MR saat kecil, sekarang diimunisasi lagi tidak apa-apa," katanya.

Menteri Kesehatan, dr Nila F Moeloek menyampaikan pemberian imunisasi ini untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Tujuannya untuk mengeliminasi campak dan juga pengendalikan penyakit rubella pada anak hingga tahun 2020. (Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit Roseola, Campak dan Rubella?)

Menurutnya, hidup sehat merupakan hak anak sehingga wajib bagi pemerintah memberi imunisasi tersebut. Pemberian imunisasi dilakukan Bulan Agustus dan September tahun ini di seluruh Pulau Jawa, sementara tahun depan pada bulan yang sama di semua wilayah luar Pulau Jawa.

"Imunisasi MR itu diberikan untuk melindungi anak dari penyakir kelainan bawaan, seperti gangguan pendengaran, penglihatan, kelainan jantung, dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella saat kehamilan," katanya.

Sementara Dinas Kesehatan Sleman akan melakukan kampanye imunisasi ini yang menyasar pada 245.453 anak. Mereka dari 690 TK, 580 SD, 132 SMP, 302 PAUD, dan 1476 Posyandu di seluruh wilayah Sleman. (Baca Juga: Cegah Anak Lahir Cacat, Perempuan Hamil Harus Imunisasi Rubella)

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Sleman, Novita Krianaeni mengatakan penyakit campak dan rubella merupakan penyakit berbahaya. Penderita bisa mengalami cacat pada fisik juga otak dan bagian tubuh lainnya.

Menurut data yang ada di tahun 2016, kasus campak di Sleman tercatat ada 72 kasus. Sementara rubella tercatat ada 100 kasus. Sedang tahun ini hingga Juli 2017 ini tercata ada 70 kasus campak dan untuk rubella terdapat 28 kasus.

Imunisasi massal di Sleman

Sementara itu, selama kampanye imunisasi MR Dinkes Sleman menyasar sebanyak 245.453 anak, terdiri dari 690 TK, 580 SD, 132 SMP, 302 PAUD, dan 1476 Posyandu di Sleman. "Imunisasi masal ini untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun," kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaeni.

Menurutnya, penyakit measles (campak) dan rubella merupakan penyakit berbahaya. Selain menyebabkan kesakitan pada penderitanya, penyakit campak dan rubella juga menimbulkan kecacatan, salah satunya cacat otak. Berdasarkan data Dinkes Sleman, selama 2016 kasus campak di Sleman tercatat 72 kasus dan rubella sebanyak 100 kasus.

"Sampai Juli 2017 tercatat 70 kasus campak dan 28 kasus rubella. "Ini bukan angka yang kecil dan perlu mendapatkan perhatian serius. Salah satunya dengan mendukung program imunisasi MR," katanya.

Kampanye imunisasi MR dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama Agustus dilakukan diseluruh sekolah PAUD, TK, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat, serta SMPLB. Sedangkan tahap kedua akan dilakukan pada September mendatang. Pemberian imunisasi akan dilakukan di Posyandu, Polindes, Poskedes, Puskesmas, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini