nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisakah Kunyit Melawan Kanker pada Anak-Anak? Ilmuwan Amerika Berikan Jawabannya!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 07:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 02 481 1748208 bisakah-kunyit-melawan-kanker-pada-anak-anak-ilmuwan-amerika-berikan-jawabannya-TbD5fzFCoN.jpg Kunyit (Foto: Zeenews)

MANFAAT kunyit bagi kesehatan membuatnya menjadi salah satu bahan pengobatan herbal. Sering disebut sebagai "ratu rempah-rempah", kunyit telah digunakan untuk mengobati batuk dan pilek, hingga infeksi kulit.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kunyit memiliki khasiat terapeutik - dari meningkatkan kekebalan menjadi anti-inflamasi dan antioksidan, berkat senyawa yang disebut curcumin dalam bumbu dapur tersebut. (Baca Juga: Yuk Bikin Antibiotik Alami Sendiri di Rumah dari Kunyit)

Kini, para ilmuwan di Amerika Serikat telah semakin meningkatkan status kunyit. Sekaligus menetapkan khasiat penyembuhan kunyit dengan mengatakan bahwa rempah-rempah ini dapat menyembuhkan kanker pada anak-anak. (Baca Juga: 10 Bahaya Mengonsumsi Kunyit Berlebihan yang Harus Anda Tahu)

Periset di Nemours Children Hospital dan University of Central Florida (UCF) telah menemukan bahwa partikel nano yang sarat dengan curcumin, dapat menawarkan pengobatan baru untuk menargetkan dan menghancurkan sel tumor neuroblastoma. Neuroblastoma adalah kanker yang paling banyak terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. (Baca Juga: 6 Herbal Paling Ampuh Meredakan Batuk, Mulai dari Jahe, Kencur hingga Kunyit)

Neuroblastoma berisiko tinggi dapat tahan terhadap terapi tradisional, dan kelangsungan hidup bisa buruk. Kanker dimulai di sel saraf dan biasanya terbentuk di jaringan kelenjar adrenal, di dekat ginjal. Neuroblastoma juga terkait dengan penundaan perkembangan, gangguan pendengaran, atau cacat lainnya, bahkan setelah perawatan tradisional berakhir.

Dalam studi mereka, para peneliti melampirkan curcumin ke cerium oxide nanoparticles, dan menguji formulasi nano-curcumin pada garis sel dari bentuk neuroblastoma berisiko tinggi.

"Formulasi ini menyebabkan kematian sel substansial pada sel neuroblastoma, tidak menghasilkan toksisitas ringan atau hanya pada sel sehat," kata laporan para ilmuwan di jurnal Nanoscale yang dikutip Zeenews, Rabu (2/8/2017).

Curcumin telah terbukti memiliki kemampuan anti-kanker substansial, namun kelarutan dan stabilitas yang buruk telah membatasi penggunaannya dalam aplikasi terapeutik. Menurut sebuah pernyataan dari UCF, penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan tersebut menunjukkan sebuah metode baru untuk mengobati tumor ini, tanpa toksisitas terapi agresif dan membuktikan bahwa nanopartikel dapat menjadi perantara efektif untuk obat kanker. (Baca Juga: Wuiih, 6 Jenis Rempah-Rempah Ini Bisa Bantu Pengobatan Diabetes)

"Kami berharap di masa depan, nanopartikel dapat dimanfaatkan untuk mempersonalisasikan perawatan kepada pasien dan mengurangi efek terlambar dari terapi," ungkap para ilmuwan.

Sebelumnya, ilmuwan asal India dari Jawaharlal Nehru University (JNU) di New Delhi telah menemukan, fakta bahwa kurkumin ketika diformulasikan sebagai nanopartikel mampu meningkatkan bioavailabilitasnya, dan dengan demikian memperbaiki kemampuan terapeutiknya dalam kasus tuberkulosis (TB).

(hel)

Berita Terkait

Khasiat Kunyit

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini