nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesulitan Interaksi dengan si Kecil? Cukup Mainkan Ekspresi Wajah dan Bicara Sederhana

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 18:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 196 1749200 kesulitan-interaksi-dengan-si-kecil-cukup-mainkan-ekspresi-wajah-dan-bicara-sederhana-fmmRZYF3hl.jpg Pola asuh (Foto: Huffingtonpost)

BAHASA planet. Ya itu julukan orang dewasa untuk menyebut bahasa balita yang masih cadel dan belum kaya bahasa untuk berbicara.

Sering kali terjadi kesulitan berkomunikasi antara anak dengan orangtua dan orang dewasa lainnya saat saling menyampaikan pesan. Untuk itu anak harus dilatih berbicara sejak bayi.

Baca Juga: Kalau Pakai Hati, Hal Sepele yang Dilakukan Ibu Berdampak Luar Biasa

Hal itulah yang dilakukan Retno Hening, ibu dari bayi selebgram, Mayesa Hasfa Kirana. Maka tak heran jika baby Kirana sudah lancar berbicara dan berinteraksi di usia 3 tahun.

Dalam buku berjudul Happy Little Soul #temanmainkirana tulisan sang ibu yang pernah menjadi guru TK di Jogyakarta, pemilik akun Instagram @retnohening membagikan tips dan trik berinteraksi dengan balita sambil melatih bicara.

Fokus kepada anak

Usahakan untuk menatapnya dan terlihat bersemangat. Letakkan ponsel atau apa pun yang dapat membuat kita tidak fokus kepada anak. Hadirlah untuknya sebaga teman bicara.

Dengarkan anak ketika menyampaikan sesuatu atau mencoba untuk berbicara

Tanggapi dengan pernyataan atau pertanyaan untuk memperjelas maksudnya. Contohnya ketika Kirana menunjuk gambar kupu-kupu dengan mengatakan "pupu' saya menanggapinya dengan "Oh, kupu-kupu. Cantik ya, Nak. Warna kuning, ya. Terbang ke mana, ya, dia? Mungkin mau main, ya, sama temannya

Bicarakan sesuatu yang sedang terjadi atau yang sedang dila kukan Contohnya ketika dia sedang bermain puzzle binatang, maka ceritakanlah puzzle itu gambarnya, warnanya, ataupun bentuknya.  

Baca Juga: Bikin Gemas, Foto New Baby Born Konsep 3D, seperti Nyata, Coba Yuk Moms!

Tanggapi anak dengan serius

Contohnya ketika sedang bermain bersama Kirana, lalu ia mengatakan, "Lihat, Ibuk. Ini nasi goreng." "Oh, iya? Nasi goreng? Enak nggak, ya? Ibuk boleh coba? Hmmm... nyaamm... mau lagi Nak, tapi jangan pedas, yaa Dengan begitu, ia akan bersemangat membangun komunikasi yang lebih intens dengan kita karena tahu bahwa ia ditanggapi dengan baik.  

Baca Juga: Anak Sulit untuk Disiplin? Yuk Moms Tawarkan Hukuman dan Imbalan!

Berekspresi ketika berbicara kepada anak sesuai emosi yang akan disampaikan

Misalnya ketka melihat orang yang sedang bekerja di luar rumah di bawah terik matahari, katakan dengan ekspre-si sedh, "Nak, lihat itu. Kasian, ya, om yang kerja siang-siang panas-panas" Tunjukkan juga ekspresi riang ketika kita melihat sesuatu yang indah atau akan membuatnya bersemangat. Misal- nya, "Nak, lihat ada pohon dikasih lampu cantik ya, Nak" Dengan begini, kita juga bisa sambil mengajarkannya ber empati dan mengenal berbagai emosi. Ketika ia sudah lebih besar kelak, dia bisa mengenali berbagai jenis perasaan yang tentu penting bagi perkembangan jiwa dan karakternya.

Baca Juga: Repotnya Mengasuh Anak Kembar, Bisa Jadi Mudah asal Siasatnya Tepat!

Menjelaskan dengan sederhana

Menjelaskan sesuatu dengan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami meskipun ketika akan menjelaskan hal yang mungkin sulit bagi anak.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini