nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menakjubkan! Kelebihan Air Susu, Seorang Ibu Sumbangkan ASI Bergalon-galon!

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 13:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 03 298 1749064 menakjubkan-kelebihan-air-susu-seorang-ibu-sumbangkan-asi-bergalon-galon-EUo6FYhD7p.jpg Ilustrasi susu anak (Foto: Delish)

AIR susu ibu atau lebih familiar disebut ASI adalah asupan nutrisi utama dan mutlak untuk para bayi yang baru lahir hingga maksimal mencapai usia dua tahun.

Setiap ibu pastinya ingin memberikan nutrisi dan gizi terbaik melalui ASI, kepada setiap anak-anaknya. Akan tetapi sayangnya, kita kerap mendengar bahwa tidak semua ibu bisa memproduksi ASI dengan optimal sehingga akhirnya tidak bisa menyusui anaknya dengan maksimal.

 Baca Juga: Belum Sarapan? Jangan Minum Teh Hijau di Pagi Hari, Bikin Perut Mulas!)

Namun, sepertinya kondisi yang disebutkan di atas tidaklah berlaku bagi Elisabeth Anderson-Sierra, seorang Ibu berusia 29 tahun asal Oregon, Amerika Serikat. Jika banyak para ibu lain kesusahan menyusui anaknya karena terbatasnya air susu yang keluar. Elisabeth malah kebalikannya, sebagaimana dikutip Delish, Kamis (3/8/2017) ia diketahui mengalami sebuah kondisi sindrom yang langka, hyper lactation syndrome atau dengan kata lain sindrom kelebihan laktasi.

 (Baca Juga: Kenapa Ya Sudah Sarapan tapi Perut Masih Lapar?)

Situasi langka ini akhirnya menjadikan dirinya memproduksi air susu secara berlebihan. Disebutkan lebih lanjut, Elisabeth bisa memompa dan menghasilkan ASI sebanyak 220 ounces atau sekitar hampir dua gallon setiap harinya!

 

Menyadari ‘anugerah’ ini, Elisabeth pun berinisiatif untuk menyumbangkan ASI nya tersebut kepada para bayi-bayi yang membutuhkan. Kegiatan menyumbang ASI nya tersebut, ia lakukan sejak kelahiran putri pertamanya, Isabella pada 2014 lalu dan sampai akhirnya memutuskan untuk berkomitmen penuh terhadap proyek menyumbang ASI ini saat putri keduanya, Sophia lahir pada 2016 lalu.

 (Baca Juga: Sarapan Hanya Makan Pisang, Sehat atau Tidak?)

Elisabeth memutuskan untuk menyumbangkan ASI nya yang sangat banyak tersebut, karena ia ingat situasi dirinya yang harus tetap menyusui Sophia saat pertama kali anak keduanya tersebut lahir walaupun dilanda kelelahan yang teramat sangat karena telah menjalani proses persalinan kurang lebih selama 30 jam. Selain itu, Elisabeth menganggap bahwa proyek donasi ASI nya ini adalah sebagai salah satu langkah dirinya untuk bisa membantu sesama dan lingkungan di sekitarnya.

“Proyek donasi ASI ini adalah cara pribadiku untuk bisa secara aktif membantu dan memberikan kontribusi nyata kepada sesama dan lingkungan di sekitarku,” ungkap Elisabeth kala diwawancara People, belum lama ini.

 Baca Juga: Jangan Khawatir, Sarapan Telur Setiap Hari Enggak Bikin Gemuk!)

Diberitakan lebih lanjut, sejauh ini Elisabetht telah menyumbangkan sebanyak 78000 ounces atau sekira 600 galon ASI. Kini, untuk setiap ounces atau setara 29 ml ASI yang ia donasikan biasanya sang penerima donasi tersebut akan menggantinya dengan sekian nominal dollar. Di mana, Elisabeth menggunakan uang tersebut untuk membeli perlengkapan ASI dengan maksimal seperti alat pompa, perlengkapan sanitasi lengkap, hingga freezer khusus untuk menyimpan ASI. Belum lagi setiap harinya, ia harus menghabiskan waktu sekitar 10 jam untuk rutinitas memompa dan menyiapkan kantung-kantung ASI donasinya tersebut.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini