nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Si Dia Ogah Diajak Bercinta, Mungkin Ini Masalahnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 23:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 03 481 1749454 si-dia-ogah-diajak-bercinta-mungkin-ini-masalahnya-CuKEegsj5U.jpg Ilustrasi Pasangan Bertengkar (Foto: Popsugar)

BERCINTA menjadi salah satu kebutuhan fisiologis dasar manusia. Seks adalah identitas sekaligus elemen inti dari kehidupan sosial manusia di lingkungannya. Makanya, ini menjadi cukup penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Tapi, jangan kaget, ternyata ada jutaan orang dewasa di dunia ini yang akhirnya memilih untuk tidak melakukan hubungan badan. Kebanyakan dari mereka yang memutuskan untuk tidak melakukan seks disebabkan tekanan emosional yang tinggi, rasa malu, dan rendahnya harga diri.

Peneliti di Amerika Serikat menemukan bahwa menolak aktivitas seksual bisa memengaruhi banyak aspek kesejahteraan manusia. Padahal, bila merujuk pada manfaat seks itu sendiri, manusia bisa meningkatkan harga diri, kepuasan hidup, dan kualitas hidupnya. Sebaliknya, frekuensi seks yang lebih rendah bahkan menghindari seks bisa menyebabkan tekanan psikologis, kecemasan, depresi, dan masalah hubungan dengan orang lain.

 (Baca Juga: Akibat Pasutri Lama Tidak Berhubungan Seks, Sering Sakit hingga Libido Merosot!)

Alfred Kinsey, seorang peneliti, menemukan bahwa ada 19 persen orang dewasa yang tidak melakukan hubungan seks. Hal ini bervariasi menurut jenis kelamin dan status perkawinan. Data mencengangkan lainnya adalah laki-laki sekarang banyak yang memilih berhubungan seks tanpa pernikahan sebelumnya.

 (Baca Juga: ''Kenikmatan Dunia'' Ada di Ujung Jari, Tak Ada Salahnya Masturbasi, Ladies!)

Penelitian lain juga menegaskan bahwa perempuan lebih sering menghindari seks daripada pria. Bahkan, hingga 40 persen jumlah kasusnya. Rasa sakit saat berhubungan seks dan libido rendah adalah masalah yang membuat akhirnya banyak perempuan menghindari seks. Lalu, jika mengacu pada jenis kelamin, remaja perempuan memang yang paling dominan menolak seks dibandingkan remaja laki-laki.

 (Baca Juga: Wow! Kurangi Konsumsi Gula Bikin Awet Muda Lho)

Perempuan juga cenderung menghindari seks karena traumatik, misalnya pelecehan seksual pada masa kecil. Ibu hamil tidak melakukan seks karen takut akan keguguran atau membahayakan janin. Pada beberapa kasus juga ibu hamil menolak seks karena kurang tertarik dan letih.

Nah, untuk pria, alasan paling umum dalam menghindari seks adalah disfungsi ereksi, kondisi medis kronis, dan kurangnya kesempatan. Namun, untuk pria dan perempuan, peneliti telah menunjukkan bahwa masalah medis adalah alasan utama seseorang menghindari seks. Misalnya, penderita penyakit jantung sering menghindari seks karena takut serangan jantungnya muncul.

Penelitian lain menunjukkan hal yang sama pada individu dengan kondisi serebrovaskular, seperti stroke. Rasa sakit kronis yang terjadi bisa mengurangi kenikmatan bercinta dan secara langsung mengganggu pengaturan posisi seks. Depresi dan stres kemudian.

Kondisi metabolik seperti diabetes dan obesitas juga bisa mengurangi aktivitas seksual. Perlu diketahui, diabetes mempercepat penurunan seksual pria. Massa tubuh yang besar dan citra tubuh yang buruk merusak keintiman yang merupakan inti dari kesempatan untuk berhubungan seks. Makanya tak jarang penderita diabetes kemudian merasa malu untuk mau berhubungan badan.

Gangguan kepribadian, kecanduan dan penyalahgunaan zat, serta kualitas tidur yang buruk bisa memainkan peran utama dalam minat dan kemampuan seksual seseorang. Banyak obat, seperti antidepresan dan obat anti-kecemasan berdampak pada pengurangan libido. Akibatnya adalah seseorang jadi malas bercinta.

(Baca Juga: Trik Bercinta di Kamar Mandi, Aliran Air Shower Bikin Pria Lebih Mudah Ereksi Maksimal)

Solusi yang bisa dilakukan, dilansir dari Dailymail, Kamis (3/8/2017) adalah dengan berkonsultasi dengan dokter pribadi Anda. Jika rasa-rasa hasrat itu sudan mulai hilang, sebaiknya langsung cerita. Jangan sungkan. Dengan bercerita ke dokter, maka dokter pun bisa memberikan solusi terbaik. Hilangkan rasa malu membahas ini dengan dokter. Sebab, jika tidak diceritakan, malah akan merugikan Anda sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini