nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pegawai Kedai Donat Terkenal Menolak Layani Pesanan Polisi! Apa Alasannya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017 16:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 04 298 1749880 pegawai-kedai-donat-terkenal-menolak-layani-pesanan-polisi-apa-alasannya-hJc5Yb0cl0.jpg Gerai donat (Foto: DDIFO)

KABAR akan salah seorang pegawai restoran cepat saji terkenal yang menolak untuk melayani pesanan drive-thru seorang pelanggan, yang kebetulan juga merupakan petugas polisi rasanya belum lama terjadi.

Namun, sayangnya tindakan diskriminasi terhadap pelanggan ini kembali terjadi. Di mana kejadian ini kembali menimpa pelanggan, yang notabene adalah petugas polisi yang sedang lengkap mengenakan seragam polisi.

 (BACA JUGA: Meski Punya Tubuh Langsing, Kate Middleton Ternyata Doyan Makan!)

Seperti diwarta Foxnews, Jumat (4/8/2017) kejadian ini sendiri dilaporkan terjadi di kedai Dunkin’ Donuts di New York. Peristiwa ini, terjadi ketika di mana dua petugas polisi NYPD pada Minggu siang, mendatangi kedai Dunkin’ Donuts tepatnya di cabang 1993 Atlantic Avenue, Brooklyn, New York.

Setelah mengantri, keduanya pun tiba di barisan paling depan konter, kemudian kedua polisi dengan tampilan mengenakan badges dan pistol lengkap ini hendak menyebutkan menu pesanan kepada pegawai Dunkin’ Donuts, namun alih-alih dilayani secara sigap oleh pegawai yang bersangkutan. Kedua polisi tersebut malah diacuhkan begitu saja, lalu diketahui lebih lanjut sang pegawai malah menginformasikan pelanggan yang berdiri di belakang kedua polisi tersebut untuk menyebutkan menu pesanannya.

(BACA JUGA: Mencengangkan! Belasan Narapidana Berhasil Kabur dari Penjara Menggunakan Selai Peanut Butter!)

Melihat ada sesuatu yang janggal, sang pelanggan yang kebetulan mengantri di belakang kedua polisi tersebut pun langsung menginformasikan pegawai Dunkin’ Donuts tersebut bahwasanya pesanan kedua polisi tersebut lah yang harus dilayani karena kedua polisi tersebut tiba dan telah mengantri terlebih dahulu. Kemudian, secara gamblang sang pegawai tersebut disebutkan malah memberikan pernyataan bahwa ia mengetahui hal tersebut namun ia memang menolak untuk melayani pesanan pelanggan yang merupakan petugas kepolisian.

Menyikapi kejadian ini, manajer Dunkin’ Donuts yang bertugas diketahui membantah kejadian karyawannya dengan sengaja melakukan tindakan diskriminasi terhadap pelanggan karena menolak untuk melayani petugas polisi. Sang manajer mengklaim, berdasarkan tayangan di kamera CCTV terlihat bahwasanya kedua polisi tersebut lah yang telah mengantri di konter yang salah karena tempat kedua polisi tersebut mengantri adalah konter untuk mengambil menu pesanan, bukan untuk baru memesan menu. Namun anehnya, sang manajer menolak untuk video tersebut bisa diperlihatkan.

 (BACA JUGA: ASTAGA, Gara-Gara 'Meme' 6 Karyawan Restoran Cepat Saji Dipecat)

Sementara itu, Michael Palladino selaku Detectives Endowment Association President menyebutkan bahwasanya pihak Dunkin’ Donuts harus serius untuk mengusut masalah ini dan juga sekaligus meminta permohonan maaf secara resmi kepada pihak NYPD. Bahkan, tidak hanya itu lebih lanjut Michael menganjurkan untuk melakukan boikot pada kedai donat tersebut.

 (BACA JUGA: Edan! Fans Berat Ini Rela Makan Cabai Super Pedas saat Ariana Grande Berkata "Um")

Pihak Dunkin’ Donuts sendiri sejauh ini menyatakan bahwa mereka telah banyak menerima telefon dari petugas polisi lainnya, yang mempertanyakan mengapa pegawai Dunkin’ Donuts tersebut tidak melayani petugas kepolisian. Dunkin’ Donuts pun sudah mencoba untuk menjelaskan duduk perkara yang terjadi, di mana Dunkin’ Donuts tidak melakukan diskriminasi pada pelanggan manapun dan sesungguhnya mereka sendiri menghormati dan menghargai pawa petugas kepolisian seperti halnya pelanggan lainnya. Namun, kejadian tersebut terjadi karena dua petugas polisi tersebut berdiri dan antri di konter yang salah ditambah lagi dengan kejadian tersebut terjadi di jam-jam sibuk, di mana semua pegawai sedang sibuk melayani semua pelanggan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini