Lansia Rentan Terserang Frozen Shoulder, Ciri-cirinya Nyeri Bahu dan Kaku

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 04 481 1749614 lansia-rentan-terserang-frozen-shoulder-ciri-cirinya-nyeri-bahu-dan-kaku-baMdET4Sv0.jpg Ilustrasi (Foto: Medicalnewstoday)

Semakin bertambahnya usia, tulang, otot dan persendian mengalami pengapuran. Biasanya hal itu dialami oleh para lansia di atas 60 tahun.

Para ahli menyebutkan, lansia yang mengalami frozen shoulder berjenis kelamin wanita. Satu dari 8 orang bisa mengalami masalah ini tiba-tiba. (Baca Juga: Sering Mengalami Nyeri Bahu dan Tendon, Apa Penyebabnya?)

Frozen shoulder ditandai dengan gejala nyeri dan kekakuan di bagian bahu. Dalam waktu beberapa hari, gejalanya bisa dialami dan normal kembali.

"Frozen shoulder ini pemicunya karena usia menopause. Keluhannya nyeri bahu dan kaku, biasanya sulit mengancingkan bra," kata Spesialis Ortopedi dari RS Pondok Indah Jakarta dr Iman Widya Aminata SpOT saat ditemui di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis 3 Agustus 2017.

Pemulihan akibat frozen shoulder ini biasanya membutuhkan waktu sekira 6-8 bulan. Kalau gejalanya fatal, bisa sembuh dalam waktu dua tahun. (Baca Juga: Oh...Ternyata Ini 5 Penyebab Anda Mengalami Nyeri Sendi)

Tapi dokter sulit membedakan antara frozen shoulder dan osteoarthritis. Keluhannya beberapa bagian yang sakit akan membengkak tanpa adanya luka.

"Yang jadi masalah karena kasian orang lain melihatnya karena tidak ada benjolan luka, tapi dia susah tidur," tambahnya (Baca Juga: Ini Loh Bagian Tubuh yang Sering Alami Nyeri Sendi)

Keluhan seperti ini cukup banyak dialami oleh lansia di Indonesia. Apalagi ketika mereka aktivitas kurang dan pernah mengalami trauma di bagian tulang.

Jika mengalami gejala tersebut, seharusnya Anda konsultasi dengan dokter. Bila tidak, masalah serius dapat Anda alami dalam waktu cepat. (Baca Juga: Nyeri Tulang Belakang hanya Bisa Ditoleransi 3 Minggu Loh, Ini Kata Ahlinya!!)

Ketika konsultasi dengan dokter, akan dilakukan sejumlah pemeriksaan. Mulai dari USG, rongten, CT Scan, MRI serta menjalani pemeriksaan fisik dan penunjang lainnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini