Tingkatkan Pemberian ASI Eksklusif, Stop Iklan Susu Formula Bayi di Media Massa

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 04 481 1749767 tingkatkan-pemberian-asi-eksklusif-stop-iklan-susu-formula-bayi-di-media-massa-OPIJOsMleN.jpg Ilustrasi (Foto: Oukosher)

SETIAP bayi baru lahir wajib mendapatkan ASI eksklusif. Tapi sayangnya untuk mencapai keberhasilan itu, banyak ibu yang terkecoh dengan iklan susu formula dan merelakan untuk tidak menyusui buah hatinya.

Tahun 2016 WHO menyerukan untuk semua pihak agar menghentikan publikasi iklan produk susu formula. Kebijakan ini merupakan larangan yang harus dipatuhi semua produsen atau pabrik. (Baca Juga: Setiap bayi baru lahir wajib mendapatkan ASI eksklusif. Tapi sayangnya untuk mencapai keberhasilan itu)

Maraknya iklan produk makanan bayi dan susu tersebut harus menjadi perhatian pemerintah. Karena pemaduan standar emas pemberian produk susu yakni untuk anak tiga tahun ke atas. (Baca Juga: Gagal ASI Eksklusif, Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui Rendah)

"Kami menyerukan untuk mengakhiri promosi yang tidak bertanggung jawab dari produk makanan bayi dan anak sampai usia tiga tahun. Ini patut menjadi perhatian Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk diadopsi dalam kebijakan atau peraturan terkait," ujar Ketua Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) dr Supriyatiningsih, MKes, SpOG, lewat siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (4/8/2017).

Kampanye stop iklan pemberian makan bayi dan susu formula ini sedang digencarkan oleh GKIA dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Mereka meminta, iklan produk makanan bayi tersebut tak hanya menghentikan iklan televisi. (Baca Juga: Berikan ASI Eksklusif, Ibu Menyusui Terhindar dari Serangan Jantung)

"Beberapa lembaga juga masih banyak yang memasang iklan produk makanan bayi secara diam-diam di lingkungan publik," tambahnya.

Begitu juga dengan para tenaga kesehatan diharap tak mendapatkan imbalan dengan adanya iklan terlarang itu. Karena seorang ibu yang baru melahirkan wajib mendapatkan edukasi tepat seputar menyusui. (Baca Juga: Mencampur ASI dengan Susu Formula Berisiko pada Ginjal Bayi)

"Kampanye ini sebagai salah satu bentuk perlindungan, promosi dan dukungan menyusui di semua lapisan masyarakat dan bisa membuat masyarakat yang lebih sadar gizi dan kesehatan," katanya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini