nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Berenang Bareng Ubur-Ubur, Yuk ke Pulau Palau!

Tentry Yudvi, Jurnalis · Senin 07 Agustus 2017 16:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 07 406 1751167 mau-berenang-bareng-ubur-ubur-yuk-ke-pulau-palau-gyjkq2rkII.jpg Ilustrasi Berenang Bareng Ubur-Ubur (foto: Amanderson/Flickr)

UBUR-ubur adalah binatang menakutkan bagi manusia karena sengatan mematikannya. Namun, rupanya ada juga ubur-ubur yang tidak menyengat dan bisa Anda ajak berenang lho.

Dilansir dari Travelandleisure, Senin (7/8/2017), Salah satu destinasi berenang bersama mereka berlokasi di Pulau Palau sebuah negara kepulauan di Micronesia. Di sini, ada sebuah danau ubur-ubur yang begitu menarik wisatawan karena keindahan alam dan ramahnya hewan tersebut.

(Baca Juga: Beragam Posisi Ideal untuk Melihat "Pintu Neraka" di Hawaii)

(foto: Asimulator/CC BY-SA 2.0)

Selama berada di sini, Anda tak perlu khawatir tersengat tentakelnya karena tidak ditemukan racun yang berbahaya sehingga Anda bisa berenang dengan bebas bersama mereka. Mereka sangat menggemaskan dan ciamik untuk diabadikan.

(Baca Juga: Tips & Trik Travelling Murah ke Luar Negeri saat Musim Liburan)

Selain itu, keindahan lanskap danaunya juga begitu menarik untuk ditelusuri di mana sekitar danau berwarna hijau ini di kelilingi dengan pohon rindang dan udara pun masih sangat sejuk. Air hangat danau pun menjadi dambaan bagi turis asing ketika berwisata ke sini.

(foto: Albert929/CC BY-SA 2.0)

Kehadiran ubur-ubur tidak menyengat ini berdasarkan lansiran dari Atlas Obscura diyakini hadir ketika air permukaan laut sedang tinggi, post Ice Age, dan ubur-ubur terjebak di kolam air. Dengan tidak ada predator dan banyak tanaman Alga untuk dimakan, ubur-ubur pun bisa bertahan hidup di sini.

(Baca Juga: Suku di Pedalaman Kalimantan Tak Cuma Dayak, tapi Juga Ada Manusia Berbuntut!)

Danau terisolasi ini sangat sempurna bagi mereka, di mana diperkirakan ubur-ubur sudah terjebak selama 12.000 tahun lalu ketika air laut meningkat. Dikarenakan mereka memakan alga dan tidak ada predator mereka menduduki danau tersebut. Meskipun ubur-ubur punya tentakel tapi mereka masih aman untuk manusia.

(foto: Wikimedia Commons)

Namun, berdasarkan laporan dari National Geographic, populasi ubur-ubur di sini sudah mulai berkurang karena perubahan cuaca ekstrem. Para ahli sains pun belum bisa menjelaskan mengenai perubahan populasi tersebut, tetapi banyak yang beranggapan jika kehadiran manusia saat berenang di danau yang membuatnya berkurang.

(Baca Juga: 5 Pulau Misterius dan Tersembunyi seperti di Film King Kong)

Para ahli sains pun sedang melakukan monitoring terhadap kekurangan jumlah ubur-ubur. Sebab, ada kemungkinan mereka bisa kembali lagi ke danau jika sudah aman untuk populasinya. Dan, untuk saat ini danau tersebut pun sedang ditutup. Namun, kemungkinan danau akan dibuka kembali meskipun belum pasti waktunya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini