Hindari Keracunan Makanan, Ini Alasan Menu Pilot dan Co-Pilot Disajikan Berbeda

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 08 298 1752178 hindari-keracunan-makanan-ini-alasan-menu-pilot-dan-co-pilot-disajikan-berbeda-6fjKaOLdgx.jpg Ilustrasi pilot (Foto: Foodandwine)

PERISTIWA keracunan makanan di dalam pesawat memang cukup langka terjadi, akan tetapi bukan berarti kejadian tersebut tidak bisa menimpa siapapun yang sedang berada di dalam pesawat yang sedang terbang di atas ribuan kaki di udara.

Kejadian keracunan atau salah menyantap makanan tersebut, tidak hanya dapat terjadi pada para penumpang loh! Faktanya kejadian ini juga bisa menimpa para awak kru pesawat, termasuk salah satunya pilot dan co-pilot yang bertugas mengemudikan pesawat.

BACA JUGA: Curiga Keracunan Makanan? Ini yang Harus Anda Lakukan!

Seperti yang terjadi pada 1984 atau sekira 31 tahun yang lalu, di mana sekitar 120 penumpang serta awak kru pesawat Concorde yang terbang dengan rute London-New York mengalami peristiwa Salmonellosis, yakni suatu keadaan karena keracunan makanan di mana sistem pencernaan terkena bakteri Salmonella yang mengakibatkan demam, muntah-muntah, perut keram, hingga diare.

Selain itu, menurut laporan dari Civil Aviation Authority, pada 2007 dan 2009 masing-masing masuk sekitar tiga puluh sembilan dan tiga puluh dua laporan yang menyebutkan bahwa pilot menjadi tidak mampu untuk menerbangkan pesawat.

BACA JUGA: 5 Langkah Mudah Cegah Keracunan Makanan, Katakan Selamat Tinggal pada Tauge Mentah!

Berkaca dari sederet pengalaman di atas lah, kini menjadi suatu hal yang biasa bahwa ada pengaturan makanan yang diberlakukan terhadap pilot dan co-pilot. Sebagaimana diwarta Foodandwine, Rabu (9/8/2017) diketahui bahwa pilot dan co-pilot haruslah mengonsumsi dua jenis makanan yang berbeda. Hal tersebut dilakukan, dengan tujuan sebagai upaya pencegahan kedua pilot dan co-pilot mengalami kejadian keracunan makanan dalam waktu yang bersamaan, yang nantinya akan menjadikan keduanya sama-sama tidak bisa menerbangkan pesawat.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang pilot Korean Air saat diwawancara oleh CNN pada 2012 lalu, di mana ia menyebutkan menu makanan antara pilot dan co-pilot diatur berbeda.

"Pilot dan co-pilot itu sajian hidangannya berbeda, pilot biasanya akan disajikan menu hidangan first-class sedangkan co-pilot umumnya akan mendapatkan menu makanan bussiness-class. Ini dilakukan untuk berjaga-jaga, jikalau salah satu diantara keduanya bisa mengalami keracunan makanan," jelas sang pilot tersebut.

BACA JUGA: Cegah Keracunan, Bersihkan Buah & Sayur Cukup dengan Air Mengalir!

Sementara itu, sebuah laporan independen juga mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan penerbangan memang telah menyiapkan sederet menu sajian yang berbeda untuk awak cockpit. Para pilot akan mendapatkan menu makanan yang disiapkan berbeda, dengan tujuan agar menimalisasi resiko pilot bisa jatuh sakit karena menyantap makanan yang salah. Hal ini agar penerbangan bisa berjalan mulus dan keselamatan para penumpang serta awak kru kabin yang bertugas bisa terjamin.

BACA JUGA: 4 Obat Rumahan Mengatasi Keracunan Makanan

Peraturan ini sekilas mungkin bagi sebagian orang, dinilai sebagai sesuatu hal yang berlebihan. Mengingat dalam setahun, ada lebih dari tiga ratus dua puluh juta yang dihidangkan di dalam pesawat terbang selama satu tahun periode. Namun, kembali lagi karena faktor keselamatan penumpang adalah yang utama maka perbedaan antara menu makanan di antara pilot dan co-pilot menjadi sesuatu hal yang wajib untuk dilakukan agar penerbangan bisa berjalan lancar.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini