nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkenalan dengan Suku Konyak Naga, Sang Pemburu Kepala Manusia yang Dianggap Musuh

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 20:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 08 406 1752008 berkenalan-dengan-suku-konyak-naga-sang-pemburu-kepala-manusia-yang-dianggap-musuh-5KE8GfzomC.jpg Suku Konyak Naga (foto: BBC)

MEREKA hidup tersembunyi di sebuah desa yang juga terpencil bernama Longwa. Meski terpencil, desa ini merupakan rumah bagi suku yang terkenal dengan karakter keras dan identik dengan tato di wajah yang membuat mereka semakin mencolok. Mereka adalah Suku Konyak Naga dan sekaligus jadi generasi terakhir dari Suku Indian.

Desa terpencil Longwa merupakan hutan lebat yang ada di Myanmar di satu sisi dan lahan pertanian yang kaya di India pada sisi lainnya. Suku Konyak Naga merupakan komunitas masyarakat yang tersebar dari 16 suku yang tinggal di negara bagian terpencil di India bagian timur laut Nagaland.

(Baca Juga: Buruan Menginap di Hotel Es Swedia Sebelum Mencair Lho!)

(foto: BBC)

Suku Konyak ialah pejuang masa lalu yang bisa dibilang brutal. Pasalnya, mereka menggunakan perkelahian untuk menguasai daratan di desa lain. Desa yang mereka tempati berada di puncak bukit, sehingga mereka dapat dengan mudah memantau dan mengidentifikasi serangan musuh, dikutip dari BBC, Selasa (8/8/2017).

Konyak merupakan pemburu kepala yang tidak perlu diragukan lagi. Mereka dapat membunuh dan memutuskan kepala musuh dianggap sebagai prestasi bagi anak laki-laki.

(foto: BBC)

Kesuksesan membunuh dan memutuskan kepala musuh tersebut dikenang dengan menggambar sebuah tato di wajah yang bermakna prestisius. Tato wajah tersebut berwarna hijau dengan rupa yang unik seperti topeng yang mengelilingi wajah para laki-laki.

(Baca Juga: 4 Kolam Rahasia, Ada yang Berusia 12 Ribu Tahun Lho!)

Tulang belulang sisa pertempuran dan perburuan mereka pada masa lalu menghiasi dinding rumah-rumah yang mereka tempati. Kerbau, rusa, babi hutan, burung dan mithun (spesies sapi yang hidup di India Timur laut) berjejer dan tertata rapi di dinding.

Tulang-tulang itu diwarisi untuk para generasi berburu. Dulunya, tengkorak para musuh juga mereka jejerkan di dinding rumah, tapi setelah ada peraturan pemerintah, maka tengkorak tersebut dikeluarkan dari desa lalu dikuburkan.

(Baca Juga: Mau Berenang Bareng Ubur-Ubur, Yuk ke Pulau Palau!)

(foto: BBC)

Rumah-rumah Suku Konyak terbuat dari bambu. Berukuran luas dengan ruangan besar untuk berbagai keperluan termasuk memasak, makan, tidur dan penyimpanan.

Kebutuhan pangan seperti sayuran, jagung dan daging disimpan di bagian atas perapian, di tengah rumah. Beras yang menjadi makanan pokok Suku Konyak biasanya disimpan dalam wadah bambu besar di bagian belakang rumah.

(Baca Juga: Florida Enggak Melulu Pantai, tapi Juga Bisa Berenang Bareng Lembu Laut)

(foto: BBC)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini