Ternyata, Pria Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun daripada Wanita

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 08 481 1751759 ternyata-pria-lebih-rentan-terkena-penyakit-autoimun-daripada-wanita-cnFTplmsqR.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

HORMON pada pria dan wanita bukan hanya memengaruhi bentuk tubuh tapi juga sistem kekebalan tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan pria memiliki sistem kekebalan tubuh yang reaktif sehingga, mudah terkena penyakit autoimun dan alergi. Sedangkan sistem kekebalan wanita memiliki respons yang lebih kuat terhadap penyerbu asing terutama virus.

(Baca Juga: AWAS! Racun dari Logam Berat & Infeksi Bisa Sebabkan Penyakit Autoimun)

Berdasarkan data yang ada, pria lebih banyak meninggal akibat penyakit menular dibandingkan wanita. Hal itu dikarenakan hormon testosteron pada pria cenderung meredam respon kekebalan tubuh. Sebaliknya, hormon estrogen pada wanita meningkatkan jumlah sel imun dan intensitas respon sehingga wanita lebih cepat pulih dari infeksi.

(Baca Juga: Apa Saja Penyakit Autoimun yang Paling Umum Terjadi?)

Virus menggunakan trik evolusi sehingga lebih memilih untuk menyerang pria untuk kelangsungan hidup mereka. Alasannya karena pria dianggap lebih lemah daripada wanita. Dalam budaya populer, telah muncul istilah flu pria di mana gejala flu pada pria terjadi lebih parah karena respons imunnya berkurang.

(Baca Juga: Kabar Baik! Ada Kemungkinan Pengobatan Kanker Bisa Menyembuhkan HIV)

Perbedaan jenis kelamin yang paling mencolok dalam sistem kekebalan tubuh terlihat pada penyakit autoimun. Penyakit autoimun mempengaruhi sebanyak 8% dari populasi di dunia. Namun sebanyak 78% yang terkena dampak penyakit autoimun adalah wanita. Wanita memiliki kesempatan tiga kali lipat untuk mengembangkan penyakit autoimun dibandingkan pria.

Penyakit autoimun bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyala dan menyerang sel atau jaringan tubuh sendiri. Hal itu memulai siklus kronis yang menyebabkan kerusakan organ tertentu. Penyakit yang termasuk autoimun adalah diabetes tipe 1, lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, serta penyakit lainnya yang memengaruhi sistem seperti usus, tulang, persendian, dan saraf.

(Baca Juga: Si Kecil Terkena Penyakit Autoimun? Segera Ketahui 7 Pengobatannya)

Selain mengembangkan penyakit autoimun lebih banyak, perempuan juga lebih mungkin memiliki penyakit asma. Kemungkinannya mencapai dua kali lipat dibanding pria. Menariknya, pria lebih rentan terkena asma sebelum terjadinya pubertas. Tapi setelah pubertas wanita lebih banyak terkena asma dan bahkan mengembangkan penyakit yang lebih parah dibanding pria.

Walaupun alasannya belum begitu jelas, tapi lagi-lagi sebuah spekulasi muncul bahwa hormon yang berperan dalam kondisi ini. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini, kadar testosteron yang tinggi pada pria melindungi mereka dari perkembangan asma alergi. Terlebih selama pubertas tingkat testosteron pada pria terus meningkat.

Sistem kekebalan tubuh dan jenis kelamin jauh lebih sulit dari yang diperkirakan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami respon yang berbeda antara pria dan wanita terhadap penyakit.

Penemuan oleh peneliti baru-baru ini berpotensi membuka pintu taktik untuk menargetkan jalur hormonal pada sel kekebalan pria atau wanita agar lebih bisa melindungi tubuh dari penyakit. Demikian seperti yang dilansir dari Daily Mail, Selasa (8/8/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini