nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh, Tingkat Konsumsi Susu Orang Indonesia Masih Rendah, Kalah Jauh dari Singapura dan Malaysia!

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 15:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 08 481 1751928 waduh-tingkat-konsumsi-susu-orang-indonesia-masih-rendah-kalah-jauh-dari-singapura-dan-malaysia-Mwyrx6dNaj.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

MASALAH gizi di Indonesia masih menjadi perdebatan. Pasalnya ada dua kondisi yang saling bertolak belakang yaitu kurang gizi dan kelebihan gizi.

Khusus untuk kurang gizi, hal yang menjadi sorotan sorotan adalah stunting. Kondisi ini biasanya terjadi karena saat usianya kurang dari 2 tahun, anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

(Baca Juga: 5 Manfaat Ini Buktikan Susu Kambing Lebih Sehat daripada Susu Sapi)

Padahal, asupan gizi yang diterima anak pada waktu 1.000 hari pertama kehidupannya turut memengaruhi masa depannya termasuk soal kecerdasan dan kesehatannya. Untuk itu, seorang ibu harus memerhatikan makanan yang dikonsumsinya saat sedang mengandung dan memberikan nutrisi yang cukup setelah anaknya lahir.

(Baca Juga: Anda Masih Percaya Mitos Susu Ini? Coba Pikir Ulang!)

Bayi yang baru lahir hanya boleh diberikan ASI sampai usianya menginjak 6 bulan. Dari usia 6 bulan sampai dengan umur 2 tahun, ASI tetap diberikan bersamaan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bertujuan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi. Bayi tidak disarankan untuk mengonsumsi susu formula.

Namun di atas usia 3 tahun hingga dewasa, anak tetap dianjurkan untuk meminum susu. "Fenomena yang terjadi adalah semakin anak tumbuh besar, dia semakin jarang minum susu. Padahal, susu memiliki kalsium yang dibutuhkan oleh anak dan remaja," tutur Ahmad Syafiq, PhD seorang akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia saat ditemui dalam sebuah diskusi publik, Selasa (8/8/2017) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Ini Pentingnya Vitamin D pada Susu di Masa Pertumbuhan)

Tingkat konsumsi susu di Indonesia tergolong masih rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Hingga tahun 2016, rata-rata orang Indonesia hanya mengonsumsi 17,2 kg susu per tahun. Angka ini masih kalah jauh dengan negara seperti Singapura dan Malaysia yang masyarakatnya mengonsumsi lebih dari 30 kg susu per tahun. Padahal, susu memiliki banyak keunggulan.

Susu mengandung protein, vitamin D dan A, zinc, kalsium, fosfor, serta magnesium yang berguna untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Selain telur, susu mengandung komponen asam amino yang paling lengkap. Menurut Ahmad, susu membawa dampak positif untuk kecerdasan dan pertumbuhan tinggi badan pada anak.

(Baca Juga: Minum Susu pada Setiap Usia Beda Manfaatnya)

Asam lemak esensial yang terkandung dalam susu baik untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, susu mengandung vitamin yang larut dalam air dan lemak.

Tingkat konsumsi yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat susu sehingga daya belinya menjadi rendah. Belum lagi harga susu di pasaran yang tergolong masih mahal.

Masalah lainnya adalah intoleransi laktosa pada anak. Untuk mengatasi masalah ini, orangtua disarankan membawa anaknya ke ahli gizi agar bisa mengetahui susu jenis apa yang sebaiknya dikonsumsi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini