nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Proses Pembuatan Mumi di Papua Nugini

Tentry Yudvi, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 23:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 09 406 1752802 melihat-proses-pembuatan-mumi-di-papua-nugini-k5W0YIhwL6.JPG Mumi Suku Angga, Papua Nugini (foto: Instagram/@danianatalie)

MUMI tidak hanya bisa ditemukan di Mesir saja, jika sedang melancong ke Papua Nugini, cobalah menyambangi Suku Angga. Anda akan takjub melihat keberadaan mumi asap yang menjadi budaya pemakaman mereka.

Mumi asap tersebut juga diposisikan dengan duduk seperti orang hidup. Mereka adalah jenazah dari sanak keluarga di dalam suku tersebut. Pemakaman itu sudah terjadi dari perang dunia ke I dan masih dilakukan hingga sekarang.

(Baca Juga: 3 Keluhan Terkonyol Sepanjang Sejarah Perhotelan, Ada yang Mengeluh Tak Boleh Bawa Ayam!)

Anehnya, dalam membuat mumi mereka tidak mengkremasi tetapi dengan cara dipanggang di atas batu bara api. Sebelum dipanggang, mayat pertama-tama ditusuk terlebih dahulu dengan bambu di bagian perut agar darah keluar.

(foto: Instagram/@lusi3498)

(Baca Juga: Surga "Hijau" di Kota Pahlawan, dari Taman Sakura hingga Hutan Bambu)

Kemudian darah tersebut dioleskan ke rambut dan kulit anggota keluarga yang ditinggalkan. Mereka percaya darah dapat mentransfer kekuatan dari jenazah untuk keluarganya.

Setelah itu anggota tubuh lainnya seperti kaki, tangan, bokong hingga paha akan disayat untuk mengeluarkan lemak. Sementara alat vital dan anus dijahit agar mencegah pembusukan ketika dijadikan mumi.

(foto: Instagram/@danianatalie)

(Baca Juga: Pulau Piano, Tempat Pertama Musik Klasik nan Romantis Dimainkan)

Ketika mayat dipanggang, tubuhnya akan mengeluarkan cairan seperti minyak. Minyak itu berguna untuk mengolesi mayat dikemudikan harinya.

Kemudian, mayat digantung di antara bambu dan diletakkan di atas batu bara hingga mengering. Setelah itu, mayat diletakkan di atas tebing yang curam dan dibiarkan begitu saja. Jangan kaget jika sering melihat tengkorak ketika berada di sini.

(Baca Juga: Mengabdikan Diri pada Lingkungan, Wanita dari Suku Boishnoi Wajib Menyusui Anak Rusa)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini