nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Insomnia pada Ibu Hamil Berisiko Kelahiran Prematur

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 12:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 09 481 1752448 insomnia-pada-ibu-hamil-berisiko-kelahiran-prematur-MxCof3EKeE.jpg Ibu Hamil (Foto: Promisepranata)

PENYAKIT tidur harus diwaspadai. Tidak hanya mengancam jantung dan masalah depresi, insomnia ternyata juga berbahaya bagi ibu hamil (bumil). Penelitian menunjukan insomnia pada bumil berisiko tingkatkan kelahiran prematur.

Penelitian observasional di Obstetrics & Gynecology melibatkan 2.172 perempuan dengan gangguan tidur yang melahirkan antara tahun 2007 dan 2012 yang memiliki anak tunggal setelah 22 sampai 44 minggu kehamilan. Para peserta penelitian dipastikan memiliki kesamaan dalam karakteristik etnis, kesehatan dan perilaku, namun tidak memiliki kelainan tidur.

(Baca Juga: Ganti Infused Water dengan Minum Air Lemon Hangat Setiap Pagi, 7 Manfaatnya untuk Kesehatan Anda)

Kemudian, hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa perempuan dengan gangguan tidur memiliki prevalensi kelahiran prematur 14,6 persen (sebelum 37 minggu masa kehamilan), dibandingkan dengan 10,9 persen pada mereka yang tidak memiliki masalah tidur.

(Baca Juga: Waduh, Tingkat Konsumsi Susu Orang Indonesia Masih Rendah, Kalah Jauh dari Singapura dan Malaysia!)

Mereka yang menderita insomnia berisiko 30 persen dan mereka yang menderita sleep apnea meningkat 40 persen dibandingkan dengan perempuan tanpa masalah tidur. Sementara itu, perempuan dengan insomnia hampir dua kali lebih mungkin melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu.

Fakta ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, semakin ke sini masyarakat milenial banyak yang mengalami masalah gangguan tidur ini. Rutinitas yang terlalu padat membuat ibu hamil cukup berisiko mengalami masalah tersebut.

"Kelainan tidur yang lebih parah seringkali kurang terdiagnosis, karena tidur yang buruk dianggap hal biasa pada masa kehamilan," kata Jennifer N. Felder, seorang peneliti postdoctoral di bidang psikologi di University of California, San Francisco, seperti dikutip dari New York Times, Rabu (9/8/2017).

(Baca Juga: TERUNGKAP!! Ternyata Musik Rock Paling Banyak Dipilih Dokter saat Operasi Berlangsung)

Felder melanjutkan, bagi perempuan yang memiliki masalah tidur yang parah, bahkan sampai mengganggu dan menyusahkan aktivitas bumil, harus ditangani dengan benar. Karena itu, sangat disarankan pada ibu hamil dengan gangguan penyakit ini penting untuk berbicara dengan dokter kehamilan mereka.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini