nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Minum Minuman Manis saat Sedang Makan, Kenapa?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 12:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 09 481 1752496 jangan-minum-minuman-manis-saat-sedang-makan-kenapa-JiRIy0UIpr.jpg Ilustrasi (Foto: Eatthis)

APA yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar makanan cepat saji? Mungkin tidak jauh-jauh dari ayam, kentang, burger, dan soda. Jenis makanan itu memang bisa dipastikan selalu ada di tiap restoran cepat saji. Tak jarang keempatnya disajikan secara bersamaan, tergantung selera si pembeli.

Sebagai contoh, burger dan soda sering disajikan bersamaan. Selain mengandung banyak kalori, apabila keduanya dikonsumsi secara bersamaan akan menimbulkan masalah pada tubuh.

(Baca Juga: 10 Fakta Bahaya Minuman Soda)

Minuman manis seperti soda memengaruhi ukuran lingkar pinggang Anda akibat kelebihan nutrisi. Tak hanya itu, apabila minuman manis dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang salah, maka akan menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Bahkan jika Anda mengonsumsi makanan bergizi seperti telur di pagi hari bersamaan dengan jus buah yang diberi gula, hal itu tetap tidak baik untuk kesehatan. Mengonsumsi makanan berprotein untuk membangun otot akan menjadi sia-sia apabila dicampur dengan minuman manis. Malah yang didapatkan hanya kerugian.

(Baca Juga: Awas! Kecanduan Diet Soda Tingkatkan Risiko Stroke dan Penyakit Jantung)

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menganalisis 27 orang dewasa. Mereka diberi makan dengan empat cara yang berbeda. Makanan pertama yang diberikan mengandung 15% protein dan minuman manis. Makanan kedua juga mengandung 15% protein tapi dibarengi dengan minuman bebas gula. Untuk makanan ketiga dan keempat proses penyajiannya sama, hanya saja kadar proteinnya dinaikkan menjadi 30%.

(Baca Juga: Tipuan Label 'Diet Soda' yang Malah Memicu Diabetes Tipe 2)

Setelah dilakukan analisis, ternyata minuman manis menyebabkan proses oksidasi lemak menjadi rendah. Tak hanya itu, minuman manis juga mengurangi kadar protein dalam makanan terlebih pada makanan yang kandungan proteinnya lebih tinggi.

Fakta lain yang ditemukan adalah minuman manis membakar lebih banyak kalori dibandingkan minuman tanpa gula. Sayangnya hal itu tidak berpengaruh pada sistem metabolisme tubuh.

(Baca Juga: Waduh! Kecanduan Diet Soda Menyebabkan Batu Ginjal)

Tubuh tetap menyimpan kalori tambahan yang tidak berperan untuk menahan rasa lapar. Malah kalori tambahan itu menambah keinginan untuk makan yang lebih banyak di kemudian hari.

Sebaliknya, apabila Anda mengonsumsi makanan berprotein dengan minuman bebas gula, hal itu bisa mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan asin dan gurih di kemudian hari.

"Temuan kami menunjukkan bahwa minuman manis yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan memengaruhi dua sisi keseimbangan energi pada tubuh," kata penulis utama penelitian Shanon Casperson, PhD seperti yang dikutip dari Reader's Digest, Rabu (9/8/2017).

Di sisi asupan, energi atau kalori tambahan dari minuman tidak membuat orang merasa kenyang. Itulah alasan mengapa saat berada di restoran cepat saji Anda selalu ingin menambah makanan padahal sudah habis makan satu burger dan minum satu gelas soda.

Di sisi pengeluaran, kalori tambahan tidak dikeluarkan sehingga disimpan menjadi lemak dan oksidasi lemak menjadi berkurang. Jadi, meskipun Anda mengonsumsi makanan yang baik dan bernutrisi seperti protein tapi minumnya minuman manis, maka dampak positifnya akan hilang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini