nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh, Hanya Sedikit Guru yang Paham Kebutuhan Gizi Murid di Sekolah!

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 15:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 09 481 1752667 waduh-hanya-sedikit-guru-yang-paham-kebutuhan-gizi-murid-di-sekolah-nVNnJRbmS9.jpg Ilustrasi (Foto: Recipegeek)

STATUS gizi anak sekolah di Indonesia hampir tidak diperhatikan oleh orangtua dan gurunya. Masalah ini jelas berdampak pada kesehatan gizi anak yang seharusnya tidak terjadi.

Anak-anak membutuhkan gizi 4 sehat 5 sempurna sebagai modal belajar dan mendapatkan prestasi baik di sekolah. Sayangnya, banyak anak-anak tidak mendapatkan nutrisi tersebut.

(Baca Juga: Ini Pentingnya Vitamin D pada Susu di Masa Pertumbuhan)

Untuk mengajarkan mereka makan sehat, guru di sekolah seharusnya memberi pengetahuan pada anak-anak. Sayangnya, guru pun tidak memahami kebutuhan gizi murid-muridnya.

(Baca Juga: Waduh, Tingkat Konsumsi Susu Orang Indonesia Masih Rendah, Kalah Jauh dari Singapura dan Malaysia!)

Peneliti SEAMEO REFCON Judhiastuty Februhartanty mengatakan, seorang guru harus ikut bertanggung jawab atas pemenuhan gizi anak sekolah. Dari studinya yang dilakukan di Kota Bandung, tidak semua guru mengerti akan hal ini.

"Dari studi di 46 sekolah di Bandung, hanya 23% guru paham dengan status pemenuhan gizi anak. Dimulai dari pemantauan sarapan, makan siang dan makan malam," terang Judhiastuty saat ditemui di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

Guru juga tidak merasa tanggung jawab penuh dalam hal mengajari anak didiknya untuk makan sehat. Mereka juga menganggap dalam memenuhi status gizi anak harus merogoh kocek mahal.

(Baca Juga: Anda Masih Percaya Mitos Susu Ini? Coba Pikir Ulang!)

Padahal bukan demikian, masih ada makanan murah dengan gizi baik yang berguna untuk anak-anak. Misalnya ada tahu, tempe dan telur jika ingin memenuhi status gizi anak-anak.

Untuk meminalisir tantangan ini, seorang guru harus benar-benar dilatih dan belajar seputar gizi seimbang. Kemudian, ilmunya tersebut dapat disampaikan kepada orangtua murid dan anak didiknya.

"Sasaran kami pengetahuan ini dipahami oleh anak SD dan SMP. Mereka bisa diajarkan literasi gizi di sela jam istirahat, dalam ekstrakurikulum dan kreatif memasukkan materi gizi di sela pelajaran," imbuhnya.

(Baca Juga: 5 Manfaat Ini Buktikan Susu Kambing Lebih Sehat daripada Susu Sapi)

Sebagaimana mestinya, anak harus diajarkan untuk makan sehat dan melakukan perilaku hidup sehat lainnya. Selain untuk meningkatkan konsentrasi belajarnya, cara ini juga dapat dilakukan I untuk mencegah penyakit kelak saat dewasa.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini