Cegah Bayi Lahir Prematur, Ibu Hamil Tidak Boleh Kekurangan 5 Mikronutrien Ini

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 10 481 1753391 cegah-bayi-lahir-prematur-ibu-hamil-tidak-boleh-kekurangan-5-mikronutrien-ini-2ydWiS1wIr.jpg Ilustrasi (Foto: Beautytipsmart)

SELAMA hamil calon ibu harus memenuhi kebutuhan makronutrisi untuk mendukung kesehatan janin. Salah satu cara untuk memenuhinya yaitu dengan minum suplemen.

Semasa kehamilan, kebutuhan asupan makronutrisi pada ibu hamil justru meningkat. Selain memenuhi asupan karbohidrat, protein dan lemak (makronutrisi), Anda harus memenuhi asupan asam folat, zat besi, yodium, kalsium dan asam lemak omega 3 (mikronutrisi).

(Baca Juga: Insomnia pada Ibu Hamil Berisiko Kelahiran Prematur)

Bila diabaikan, dampaknya bayi bisa lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram. Karena itu, Anda harus memenuhi kebutuhan gizinya dari makanan harian, serta dibantu dengan minum suplemen.

(Baca Juga: Ibu Hamil Mulai Tak Nafsu Makan? Hati-Hati Terkena Anemia!)

Selain itu, Direktur Blackmores Institute Professor Dr Lesley Braun PhD mengatakan, bila kekurangan asupan mikronutrien bisa berdampak pada bayi lahir prematur. Hal ini berisiko membuat bayi mudah sakit di sela tumbuh kembangnya.

"Setiap ibu hamil wajib makan sayuran dan buah segar, serta makanan sumber protein. Kalau kurang bisa dibantu dengan minum suplemen yang mengandung yodium, asam folat, zat besi, kalsium dan asam lemak omega 3," terang Dr Lesley dalam Seminar Kampanye Pentingnya Mikronutrien bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui oleh Kalbe Blackmores, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

(Baca Juga: 7 Risiko Konsumsi Bubuk Kayu Manis Berlebihan, Ibu Hamil Bisa Kontraksi!)

Pada kesempatan itu, Dr Lesley menjelaskan manfaat dari masing-masing nutrisi yang tergolong mikronutrien. Seperti apa saja?

Asam folat

Nutrisi asam folat berfungsi untuk mendukung perkembangan otak bayi. Nah, ibu hamil yang konsumsi suplemen asam folat dapat mencegah risiko melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah.

Zat besi

Setiap kehamilan wanita harus mencegah risiko anemia. Selama janin tumbuh, membutuhkan produksi darah dan sirkulasi oksigen untuk organ dan jaringannya. Tahukah Anda, di Indonesia sekira 37,1% ibu hamil mengalami anemia. Begitu juga dengan 21,7% bayi lebih dari satu tahun mengalami masalah yang sama.

(Baca Juga: Waspada! Jika Menyerang Ibu Hamil, Virus Rubella Bisa Sebabkan Keguguran)

Yodium

Meski yodium ditemukan dalam garam, selama hamil seorang ibu harus mencukupi kebutuhan garam dengan baik. Yodium berfungsi untuk kelenjar tiroid, perkembangan visual, motorik skill, pendengaran dan perkembangan kognitif anak. Tapi sayangnya, ada 36,8% ibu hamil kekurangan yodium selama hamil.

Kalsium

Janin juga membutuhkan nutrisi kalsium dalam tumbuh kembangnya. Nutrisi ini baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, serta mengurangi risiko preeklamsia selama kehamilan.

Asam lemak omega 3

Janin juga membutuhkan asupan asam lemak omega 3 untuk perkembangan neurodevelopment, khususnya organ bagian mata dan otak. Karenanya, ibu hamil jangan mengabaikan untuk memenuhi kebutuhan asupan tersebut.

Bila sudah tahu manfaat dari nutrisi yang dibutuhkan, setiap ibu harus ingat untuk mengonsumsinya. Meski Anda tidak bisa memenuhi dari makanan, cukup minum satu tablet suplemen yang lebih sederhana.

"Sayangnya, masih banyak ibu di Indonesia tak memenuhi kebutuhan mikronutrien itu. Mereka tidak sadar kalau ada dampaknya pada janin bila tak dipenuhi," kata Konsultan Fatomernal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr med dr Damar Pramusinto SpOG(K).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini