Ternyata, 2 Pekerjaan Ini Berisiko Lebih Tinggi Terkena Radang Sendi

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 10 481 1753505 ternyata-2-pekerjaan-ini-berisiko-lebih-tinggi-terkena-radang-sendi-q3ypNTOTry.jpg Ilustrasi (Foto: Express)

RADANG sendi adalah penyakit yang bisa menyerang pria dan wanita di atas usia 55 tahun. Radang sendi atau arthritis termasuk dalam penyakit kronis yang membuat penderitanya mengalami rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan di area tubuh tertentu yang terhubung dengan radang sendi.

Beberapa profesi tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit ini. Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, mereka yang bekerja di bidang listrik berisiko dua kali lipat.

(Baca Juga: Oh...Ternyata Ini 5 Penyebab Anda Mengalami Nyeri Sendi)

Sedangkan mereka yang bekerja sebagai tukang bangunan memiliki risiko tiga kali lipat. Penelitian itu menunjukkan ada kemungkinan bahan kimia yang terdapat di tempat kerja memperbesar kemungkinan terkena arthritis.

(Baca Juga: Ini Loh Bagian Tubuh yang Sering Alami Nyeri Sendi)

Faktor lingkungan kerja diperkirakan berperan dalam pengembangan arthritis karena memicu reaksi autoimun pada orang-orang yang rentan terkena penyakit ini. Hasil temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Arthritis Care & Research.

Peneliti menganalisis informasi dari 3.522 orang yang terkena rheumatoid arthritis dan 5.580 laporan dari studi EIRA (Epidemiological Investigation of Rheumatoid Arthritis) yang berbasis populasi Swedia. Analisis diperlukan untuk memeriksa apakah ada bahaya dan eksposur pekerjaan tertentu terhadap penyakit arthritis. Informasi yang dikumpulkan antara lain faktor lingkungan, genetik, dan imunologi peserta penelitian berdasarkan sampel darah dan kuesioner yang dikumpulkan mulai dari tahun 1996 hingga 2014.

(Baca Juga: Nyeri Tulang Belakang hanya Bisa Ditoleransi 3 Minggu Loh, Ini Kata Ahlinya!!)

Peneliti memperhatikan kebiasaan merokok peserta, penggunaan alkohol, tingkat pendidikan, dan indeks massa tubuh, serta semua faktor yang terkait dengan rheumatoid arthritis. Hasilnya adalah pria yang bekerja di sektor manufaktur memiliki risiko lebih tinggi terkena rheumatoid arthritis dibandingkan pekerja di sektor profesional, administratif, dan teknis.

Khusus di sektor manufaktur, risiko dua kali lipat lebih tinggi terjadi pada pekerja elektrik dan operator penanganan material. Sedangkan tukang bangunan dan pekerja beton berisiko tiga kali lipat. Pada wanita, risiko lebih tinggi dimiliki oleh mereka yang berprofesi sebagai perawat.

"Penelitian sebelumnya tidak mempertimbangkan faktor risiko terkait gaya hidup pada tingkat yang sama. Temuan kami menunjukkan faktor-faktor yang terkait dengan pekerjaan, seperti eksposur berbahaya di udara, dapat menyebabkan perkembangan penyakit," ungkap pemimpin penelitian Anna Ilar dari Institut Karolinska, Swedia seperti yang dikutip dari Express, Kamis (10/8/2017).

(Baca Juga: Cegah Bayi Lahir Prematur, Ibu Hamil Tidak Boleh Kekurangan 5 Mikronutrien Ini)

Dengan adanya temuan ini, peneliti berharap hasilnya bisa menyebar ke karyawan, pengusaha, dan pengambil keputusan untuk mencegah, mengurangi, atau bahkan menghilangkan faktor risiko penyakit arthritis. Menurut Anna, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan eksposur apa saja yang mungkin terlibat sebagai faktor risiko. Eksposur yang berpotensi antara lain silika, asbes, pelarut organik, dan asap motor knalpot.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini