nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FOOD STORY: Serba-serbi Gudeg, Olahan Nangka Khas Yogyakarta yang Melegenda

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 09:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 11 298 1754495 food-story-serba-serbi-gudeg-olahan-nangka-khas-yogyakarta-yang-melegenda-KJdzpGfiVs.jpg Gudeg makanan khas Yogyakarta (Foto:Qraved)

BERSYUKURLAH kita memiliki nenek moyang yang kreatif mencipta ratusan bahkan ribuan hidangan lezat yang dapat dinikmati saat ini dan bahkan terus menjadi warisan untuk anak cucu. Ragam hidangan lezat ini bahkan populer hingga seantero Nusantara bahkan jadi ikon kuliner yang mewakili satu daerah tertentu.

Salah satunya adalah gudeg, siapa yang tidak kenal dengan gudeg. Makanan olahan asal Yogyakarta ini termasuk kuliner yang melegenda hingga layak dijadikan ikon kuliner Kota Pelajar ini. Dikutip dari buku 80 Warisan Kuliner Nusantara yang disusun Semijati Purwadaria, Jumat (11/8/2017) berikut ulasan serba-serbi seputar gudeg.

BACA JUGA:

Yuk Ikut Makan Gudeg Gratis 4.000 Porsi Pecahkan Rekor MURI

URBAN FOOD: Jangan Jajan Gorengan di Luar, Bikin Sendiri di Rumah Risoles Makaroni & Daging Asap

Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta yang dibuat menggunakan bahan baku buah nangka muda. Makanan ini sangat populer, bahkan membuat kota ini dijuluki sebagai Kota Gudeg.

Meskipun bahan bakunya terbilang mudah yakni buah nangka muda tetapi proses pembuatannya jauh dari kata mudah. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran ekstra saat  mengolah gudeg. Proses awalnya dimulai dengan memasak nangka bersama santan dan berbagai bumbu di atas api kecil secara perlahan.

Prosesnya belum selesai karena nangka yang sudah direbus ini kemudian dimasak kembali dengan cara dikukus hingga warnanya perlahan berubah menjadi merah kecoklatan. Warnanya yang khas ini didapatkan dari daun jati.

Untuk mengolah gudeg juga diperlukan alat khusus yakni wadah yang terbuat dari tanah liat dan biasa disebut kendil. Proses masaknya juga menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan rasa dan aroma gudeg yang khas. Jika dilakukan menurut cara tradisional, gudeg bisa memerlukan waktu selama 10 jam untuk mengolahnya.

Ada dua macam gudeg yang dikenal luas yakni gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah yakni gudeg yang nangkanya lembek dan bentuknya hampir tidak terlihat dan terasa lagi. Sementara gudeg kering, nangkanya masih jelas terlihat dan masih terasa teksturmya.

BACA JUGA:

FOOD PARTY: Saatnya Manjakan Lidah, yang Bernyali Wajib Jajal Paniki, Butuh yang Nyaman di Perut Ada Soto

Restoran Cepat Saji Ini Gantikan Roti Sandwich dengan Daging, Tampilannya Bikin Ngiler

Gudeg disajikan berasama santan areh yakni santan yang dimasak lama dan perlahan hingga menjadi kental. Selain itu, gudeg juga biasa ditambahkan berbagai pelengkap mulai dari opor telur, ayam, sambal goreng krecek dan daun singkong rebus. Sebagai pelengkap yang juga menambah selera makan, gudeg biasa disajikan dengan sambal bajak.

Rasa gudeg yang sangat manis sesuai dengan selera kebanyakan orang Yogyakarta yang gemar mengonsumsi makanan bercita rasa manis. Jika bertandang ke Kota Yogyakarta, tidak akan sulit menemukan makanan ini. Penjual gudeg bakulan hingga restoran menyajikan gudeg di sepanjang hari baik pagi, siang ataupun malam hari.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini