nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sadari Dampak Buruk Asap Rokok, Saatnya Berhenti Merokok!

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017 11:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 11 481 1753854 sadari-dampak-buruk-asap-rokok-saatnya-berhenti-merokok-PymigxeFbZ.jpg Ilustrasi (Foto: Drmatt)

KEINGINAN untuk berhenti merokok tidak semudah dibayangkan. Banyak sekali perokok berat yang mengeluh sakit kepala saat mencoba untuk tidak merokok.

Merokok sangat membahayakan kesehatan. Buktinya tahun 2013, data perokok berat meninggal dunia sekira 6 juta jiwa.

(Baca Juga: Menjadi Perokok Pasif, Leher Zainudin Harus Bolong karena Pita Suara Diangkat)

Tak cukup sampi di situ, lebih dari 600 jiwa penduduk Indonesia menjadi perokok pasif. Korbannya tidak tanggung-tanggung, dimulai dari bayi, anak-anak, wanita, hingga orang tua.

(Baca Juga: 25 Ribu Perokok Pasif Telah Meninggal, Waspadai Bahaya Third Hand Smoke)

Belum lagi, kalangan perokok saat ini tidak hanya dikategorikan pria dewasa. Anak remaja Indonesia juga sudah mencoba untuk menghisap rokok. Selain merugikan orang lain, tentu hal ini dapat mengancam nyawanya sendiri.

(Baca Juga: GAWAT! Ternyata Pakai Masker Tidak Efektif untuk Hindari Asap Rokok)

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia Dr Amaliya mengatakan, kebiasaan merokok dapat merugikan banyak orang. Para perokok menyadari bila tembakau membahayakan dirinya, tetapi mereka sulit mengawali untuk tidak merokok.

"Berhenti merokok tidak semudah dibayangkan. Banyak cara seperti replacement nikotin terapi, tapi keberhasilannya minim," ujarnya lewat informasi yang diterima Okezone, Kamis 10 Agustus 2017.

Perwakilan Departemen Kesehatan Masyarakat Indonesia Dr Ardini Raksanagara menambahkan, bila ingin berhenti merokok, terapkan keinginan untuk hidup sehat. Ingat pula, bila merokok tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain.

(Baca Juga: Merokok Dampaknya Tak Hanya Serangan Jantung dan Kanker)

Seorang perokok harus sadar bila dirinya bisa mencemari lingkungan. Karena paparan asap rokok, banyak orang yang jadi jatuh sakit.

"Akibat kebiasaan merokok, penderita penyakit paru obstruktif jumlahnya meningkat," ungkap Dr Ardini.

Saat kebiasaan buruk merokok sangat sulit dicegah, sehingga dampaknya menjadi banyak bagi kesehatan. Beban penyakit tidak menular di Indonesia pun semakin meningkat. Karena itu, cobalah percaya diri untuk tidak merokok dari sekarang. Kalau memang Anda merasa sulit untuk memulai niat baik ini, konsultasikan dengan ahlinya.

"Berhenti merokok harus ada kemauan. Kalau tidak, banyak penyakit seperti jantung, stroke hingga paru mengancam nyawa tanpa disadari," simpulnya.

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini