nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AWAS! Jantung Berdebar-debar Tak Selalu Pertanda Jatuh Cinta, Waspada Aritmia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017 15:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 11 481 1754065 awas-jantung-berdebar-debar-tak-selalu-pertanda-jatuh-cinta-waspada-aritmia-5kRcwqQhzK.jpg Ilustrasi (Foto: Cbsnews)

KETIKA sedang bertemu gebetan atau pacar, pastinya jantung Anda sering berdebar-debar. Tapi, jantung berdebar-debar tak menentu bukan selalu menjadi pertanda jatuh cinta.

Tak banyak yang memperhatikan detak jantung. Sama halnya dengan nadi manusia. Sebab, hal tersebut dianggap bukan masalah yang berarti. Padahal, dari abaian tersebut tersembunyi masalah mematikan.

(Baca Juga: Waspadai, Kelainan Irama Jantung Bisa Berisiko Stroke)

Masalah aritmia menjadi masalah yang tidak banyak orang sadari tetapi berisiko kematian. Gejala yang tak terdeteksi menjadi penyebab banyaknya pasien penyakit ini. Bahkan, salah satu gejala yang paling banyak diderita adalah kematian mendadak. Ya, kematian menjadi gejala penyakit ini.

(Baca Juga: Mengenal Kelainan Irama Jantung di Usia Tidak Produktif)

Perlu Anda ketahui sebelumnya, aritmia adalah irama yang bukan berasal dari nodus sinoatrial (SA) atau irama yang tidak teratur. Gangguan yang terjadi adalah detak jantung terlalu lemah atau frekuensinya kurang dari 60 kali/menit (sinus bradikardi) atau yang terlalu cepat sekitar 100 kali/menit (sinus takikardi). Bila kondisi tersebut terjadi, perawatan medis menjadi satu-satunya cara.

(Baca Juga: Sering Bangun Tengah Malam Berisiko Terkena Gangguan Irama Jantung)

Bicara mengenai gejala lebih lanjut dari masalah ini, Profesor Aritmia di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), menjelaskan gejalanya antara lain berdebar tidak normal tanpa alasan yang jelas. Setelah itu, keleyengan, sering pingsan, stroke, bahkan kematian mendadak adalah gejala masalah ini.

"Jika pasien mengeluhkan jantungnya berdebar terlalu cepat atau terlalu lambat, juga terlalu kuat sampai ada jeda dan membuat dada sakit, penanganan medis harus segera dilakukan. Jangan pernah dianggap hal biasa atau bahkan sampai diabaikan. Bisa saja itu awal dari masalah aritmia," terangnya pada Okezone di RS Harapan Kita, Jumat (11/8/2017).

(Baca Juga: Waspada, Ternyata Jantung Bisa Menua dan Fatal Akibatnya!)

Prof. Yoga melanjutkan, kesadaran akan denyut jantung secara implisit adalah sensasi tidak menyenangkan yang dapat berhubungan dengan perasaan tidak nyaman, peringatan, dan rasa sakit yang tidak biasa. Karena denyut jantung berperan sangat penting dalam hal ini, makanya istilah denyut jantung digunakan untuk menggambarkan persepsi subyektif pasien tentang aktivitas jantung yang abnormal.

"Tapi, tidak semua denyut jantung berhubungan dengan gangguan aritmia. Gejala kelainan irama jantung lainnya pun bisa saja terjadi. Yang jelas, berdebar tidak normal adalah deteksi dini untuk mengetahui adanya penyakit tertentu di tubuh," sambunh Prof. Yoga.

Yang perlu digaris bawahi di sini, tutur Prof. Yoga adalah jangan sekali-kali mengabaikan irama jantung. Jika gangguan itu terjadi berulang kali, Anda perlu bertemu dengan dokter spesialis jantung untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

"Sebab, 9 menit setelah diketahui adanya gangguan irama jantung, bisa saja itu adalah waktu terakhir Anda di dunia ini," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini