nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengidap Penyakit Ini, Risiko Keparahan Aritmia Semakin Tinggi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017 18:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 11 481 1754254 mengidap-penyakit-ini-risiko-keparahan-aritmia-semakin-tinggi-KiTCB9C0hV.jpg Ilustrasi (Foto: Naturalhealth365)

MASALAH jantung bukan hanya menyoal kualitas dari jantung itu sendiri. Tetapi, ada hal lain pada bagian jantung yang harus diperhatikan juga, mengingat kesehatan jantung menjadi salah satu faktor kesehatan tubuh manusia.

Salah satu bagian jantung yang penting diperhatikan adalah aritmia atau irama detak jantung. Jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya pengobatan medis, kematian mendadak adalah risiko yang mungkin saja terjadi.

(Baca Juga: AWAS! Jantung Berdebar-debar Tak Selalu Pertanda Jatuh Cinta, Waspada Aritmia)

Penyakit ini sendiri sudah menyerang 2 juta masyarakat Indonesia. Bahkan, tidak hanya mereka yang sudah berusia senja saja yang mengalami masalah ini. Berdasar data, mereka yang mengidap masalah ini bahkan mereka yang rentan usianya di bawah 50 tahun. Walau faktor usia juga memengaruhi risiko penyakit ini.

(Baca Juga: Waspadai, Kelainan Irama Jantung Bisa Berisiko Stroke)

Nah, selain karena usia, faktor genetik manusia pun memiliki peran yang cukup besar pada terjadinya gangguan masalah ini. Mereka yang keluarganya mengidap masalah stroke atau jantung, kemungkinan terjadinya masalah aritmia semakin besar.

"Khususnya pada laki-laki. Secara genetik, mereka kecenderungan memiliki faktor penyebab gangguan lebih tinggi daripada perempuan," kata Dokter Spesialis Jantung Konseling Dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), saat ditemui di RS Jantung Harapan Kita Jakarta, Jumat (11/8/2017).

(Baca Juga: Mengenal Kelainan Irama Jantung di Usia Tidak Produktif)

Dr. Dicky juga menjelaskan, tidak hanya itu, masalah ini akan semakin buruk jika pasien juga memiliki penyakit lain di tubuhnya. Penyakit tersebut antara lain darah tinggi dan jantung koroner. Dua masalah itu memiliki karakteristik khas dalam memicu terjadinya gangguan fibrilasi atrium (FA) atau gangguan pada atrimia atau irama jantung.

(Baca Juga: Sering Bangun Tengah Malam Berisiko Terkena Gangguan Irama Jantung)

Semakin tinggi tekanan darah tinggi pasien, ketika gejala muncul, maka kondisi jantungnya bisa semakin buruk. Detak jantungnya bisa sangat tidak stabil. Begitu juga dengan kondisi jantung koroner. Tubuh pasien akan semakin lemah bila penyakit FA menyerang penderita jantung koroner.

Untuk faktor risiko gangguan aritmia, terdapat 4 faktor utama di luar dari faktor di atas. Berikut di antaranya:

1. Persarafan autonom dan obat-obatan yang memengaruhinya

2. Lingkungan sekitar jantung seperti iskemia, pH, keadaan elektrolit yang tidak seimbang, obat-obatan

3. Kelainan struktural jantung seperti fibrosis, sikatriks, inflamasi, jaringan abnormal, atau kalsifikasi

4. Rangsangan dari luar seperti pacemaker

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini