nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Kematian Mendadak, Ini Pantangan bagi Penderita Gangguan Irama Jantung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017 10:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 11 481 1754409 cegah-kematian-mendadak-ini-pantangan-bagi-penderita-gangguan-irama-jantung-CzWrqatF4X.JPG Ilustrasi (Foto: Medibiztv)

BAGI mereka yang memiliki penyakit dalam dirinya, tentu terikat kuat dalam kebiasaan sehari-hari beberapa pantangan yang boleh dan tidak dilakukan. Hal tersebut perlu diperhatikan agar risiko pemicu gangguan bisa diminimalisir.

Pada penderita aritmia atau gangguan irama jantung, menjaga kestabilan detak jantung menjadi salah satu hal yang penting dipehatikan. Keteledoran Anda dalam mengendalikan jantung bisa berakibat pada kematian mendadak.

(Baca Juga: Ketahui Efek Samping Pengobatan Aritmia, Salah Satunya Bahayakan Ibu Hamil & Janin)

Dijelaskan Profesor Aritmia RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari penderita gangguan irama detak jantung ini. Salah satunya adalah sangat direkomendasikan, pasien membatasi asupan garam.

"Pasien gangguan aritmia tidak boleh mengonsumsi garam secara berlebihan. Hal tersebut berkaitan erat dengan risiko hipertensi yang merupakan faktor penyebab dari masalah ini," ungkap Prof. Yoga saat Okezone mewawancarainya di RS Jantung Harapan Kita Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

(Baca Juga: AWAS! Jantung Berdebar-debar Tak Selalu Pertanda Jatuh Cinta, Waspada Aritmia)

Ya, pola makan yang tidak sehat mampu meningkatkan risiko tercetusnya masalah ini. Makanya, sambung Prof. Yoga, sangat disarankan pada penderita gangguan aritmia, harus rutin mengonsumsi makanan dan minuman yang menstimulasi jantung, seperti buah dan sayur yang sehat.

(Baca Juga: Sering Bangun Tengah Malam Berisiko Terkena Gangguan Irama Jantung)

Pun juga dengan berolahraga. Pada dasarnya penderita gangguan aritmia tidak dilarang untuk melakukan olahraga. Selagi tubuhnya masih kuat dan sanggup, Prof. Yoga mempersilahkan.

"Tapi, ada beberapa olahraga yang disarankan dikurangi seperti futsal atau basket. Sebab, itu mampu memguras energi cukup banyak bagi pasien. Tapi, sekali lagi, pasien boleh berolahraga," tambahnya.

(Baca Juga: Waspada, Ternyata Jantung Bisa Menua dan Fatal Akibatnya!)

Sementara itu, terkait dengan aktivitas seksual, dijelaskan Dokter Spesialis Jantung Konseling Dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), penderita gangguan aritmia tidak perlu membatasi diri terlalu ketat. Pada dasarnya, melakukan aktivitas seksual tidak akan memicu risiko penyebab masalah ini.

"Tapi, ya, tetap harus sadar betul dengan kesehatannya. Jangan juga memaksakan diri sampai akhirnya menimbulkan detak jantung menjadi terlalu kencang. Terus, kalau sedang tidak stabil detak jantungnya, jangan memaksakan untuk tetap bercumbu," tegasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini