Cuaca Buruk Bikin Radang Sendi Semakin Parah, Mitos atau Fakta?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 12 481 1754521 cuaca-buruk-bikin-radang-sendi-semakin-parah-mitos-atau-fakta-QTiyr6jz1p.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

ORANG-orang yang memiliki penyakit arthritis atau radang sendi biasanya mengeluh cuaca buruk memperparah keadaan mereka. Anggapan ini memang sudah menjadi kontroversi selama bertahun-tahun. Tapi, menurut para ilmuwan anggapan ini hanyalah mitos belaka. Malah, nyeri pada pinggul dan lutut lebih mungkin terjadi pada cuaca yang cerah.

Para ilmuwan berpendapat bahwa cuaca buruk membuat orang-orang malas untuk melakukan aktivitas sehingga persendian terasa kaku. Penderita radang sendi juga cenderung memiliki suasana hati yang lebih buruk saat cuaca buruk sehingga lebih memerhatikan rasa sakit. Temuan ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Harvard University. Mereka menganalisis data berdasarkan pencarian di internet.

(Baca Juga: Ini Loh Bagian Tubuh yang Sering Alami Nyeri Sendi)

Dari hasil analisis ditemukan data pencarian untuk nyeri lutut dan pinggul lebih banyak terjadi saat musim panas. Hasil ini didapatkan dari data 45 kota selama lima tahun. Diyakini ilmuwan orang-orang cenderung mencari bantuan untuk nyeri sendi saat musim panas karena lebih aktif bergerak sehingga memberi tekanan ekstra pada tubuh.

(Baca Juga: Oh...Ternyata Ini 5 Penyebab Anda Mengalami Nyeri Sendi)

Menurut para ilmuwan, sebenarnya cuaca lembap dan dingin bisa membantu menurunkan timbulnya nyeri karena orang cenderung tidak akan keluar rumah untuk beraktivitas. Hasil penelitian ini pun dipublikasikan dalam di jurnal PLOS One.

"Tidak ada bukti yang konkret mengenai korelasi antara cuaca dengan radang sendi. Orang-orang yang memiliki nyeri pada musim tertentu hanya berbicara berdasarkan asosiasi samar," kata penulis utama penelitian, Dr Scott Telfer seperti yang dikutip dari Daily Mail, Senin (14/8/2017).

(Baca Juga: Nyeri Tulang Belakang hanya Bisa Ditoleransi 3 Minggu Loh, Ini Kata Ahlinya!!)

Alasan para ilmuwan menggunakan penelusuran di internet sebab hal itulah yang pertama kali dipilih oleh masyarakat untuk mendapatkan jawaban dari masalah kesehatan yang mereka alami. Dari hasil penelitian pula ditemukan pencarian untuk nyeri dan radang sendi meningkat saat suhu semakin tinggi.

(Baca Juga: Nyeri Tulang Bisa Menandakan Kemungkinan Kanker Tulang?)

Sedangkan curah hujan mengurangi volume pencarian untuk kedua jenis rasa sakit. Berdasarkan hasil dari mesin pencari, orang juga cenderung sedikit bergerak saat sedang hujan.

"Kami belum menemukan mekanisme langsung yang menghubungkan suhu lingkungan dengan rasa sakit. Tapi penjelasan yang kami anggap lebih mungkin adalah fakta adanya orang yang lebih aktif pada cuaca cerah dan cenderung terlalu sering mengalami luka akut sehingga mencari informasi yang relevan secara online," ungkap Dr Telfer.

Penelitian sebelumnya memiliki hasil yang beragam, di mana beberapa ahli menyarankan perubahan suhu dan kelembaban mempengaruhi ekspansi dan kontraksi jaringan berbeda di sendi sehingga menyebabkan rasa sakit.

Suhu rendah juga dapat meningkatkan kekakuan cairan sinovial yang melumasi persendian, sehingga sendi menjadi lebih kaku dan sensitif terhadap rasa sakit. Cuaca juga diyakini memengaruhi suasana hati dan mengubah persepsi seseorang tentang rasa sakit.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini