5 Peristiwa Paling Langka di Ruang Operasi, Dokter Pasang Musik Rock hingga Pasien Main Gitar saat Dibedah

Helmi-Tiara-Sukardi, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 12 481 1754571 5-peristiwa-paling-langka-di-ruang-operasi-dokter-pasang-musik-rock-hingga-pasien-main-gitar-saat-dibedah-1FDMltndHj.jpg Pasien operasi otak sambil main gitar (Foto: AFP)

RUANG operasi mungkin menjadi salah satu tempat yang paling banyak ditakuti bagi sebagian besar orang. Seorang pasien seperti menghadapi hidup dan mati dengan dikelilingi dokter dan tenaga medis lainnya.

Terdengarnya memang horor, tapi ternyata ada beberapa peristiwa atau fakta langka dan unik terjadi di ruang operasi. Ada yang berakhir bahagia, tapi tak sedikit yang berakhir tragis, baik bagi pasien maupun dokter itu sendiri. Berikut Okezone merangkumnya dalam peristiwa paling langka di ruang operasi:

1. Seorang Dokter Rela Keguguran Demi Bantu Pasiennya Melahirkan

Tugas seorang dokter kandungan adalah membantu pasiennya melahirkan dengan selamat, terlebih ketika pasiennya harus menjalani operasi caesar. Prinsip itulah yang dipegang oleh Mervat Mohamed Talaat, seorang dokter kandungan di Rumah Sakit Umum Luxor, Kairo, Mesir. Bahkan, dia rela keguguran saat sedang membantu pasiennya menjalani operasi caesar.

Baca Juga: AWAS! Konsumsi Gula Berlebihan Selama Hamil Memicu Anak Terkena Asma

Dilansir dari Dailymail, Talaat mengalami keguguran di tengah-tengah operasi. Awalnya dia merasa perutnya sakit dan tak lama dia mengalami pendarahan. Melihat kondisinya itu, dia diminta untuk meninggalkan ruang operasi agar kondisinya bisa segera ditangani. Tapi, Talaat menolak dan tetap bersikeras menjalani operasi sampai bayi dari pasiennya lahir.

(Foto: Reebelcircus)

Setelah bayi pasiennya lahir, dia menyerahkan bayi dan penyelesaian operasi ke dokter lain. Talaat kemudian langsung dibawa keluar dari ruang operasi dan dipindahkan ke ruangan lain untuk mendapat penanganan. Atas dedikasi Talaat pada pekerjaannya, masyarakat Mesir mendesak pemerintah untuk memberikan penghargaan kepadanya.

Menurut laporan berita lokal, Talaat mengalami kehamilan ektopik dan kegugurannya disebabkan oleh tekanan kerja yang berat. Pada hari itu, Talaat disebutkan menangani tiga operasi

2. Remaja Laki-Laki Menari Usai Berhasil Operasi Jantung

Remaja laki-laki berusia 16 tahun menari dengan gembira setelah operasi jantung yang menjadi viral di media sosial. Dia menari di ranjang rumah sakit masih lengkap dengan kabel yang masih terpasang pada tubuhnya.

(Baca Juga: Ini Pentingnya Vitamin D pada Susu di Masa Pertumbuhan)

Alhasil, tarian remaja bernama Amari Hall tersebut begitu cepat menyebar di internet, sehingga semua orang di ruangan saat itu ikut dikenal, termasuk dokter dan perawat.

Amari memang lahir dengan kondisi cacat jantung bawaan yang disebut sindroma jantung kiri hipoplastik atau HLHS. Karenanya, Amri membutuhkan transplantasi jantung.

(Foto: Actionnewsjax)

Amari berhasil menjalani transplantasi jantung dan tidak sabar untuk kembali melakukan apa yang paling dia sukai, menari!. Jadi, dia memutuskan untuk memamerkan keahliannya hanya 6 hari setelah operasi.

Amari sendiri telah menjalani 3 kali operasi jantung korektif pada usia 2 tahun. Setelah mengalami masa-masa sulit dan tantang medis, Amari tidak membiarkan hal tersebut menghalangi semangatnya dan terus membawa energi positif.

3. Seorang Dokter Bantu Pasien Melahirkan, Tak Lama Dia pun Melahirkan

Tak lama berselang kejadian dokter Talaat di Mesir, peristiwa yang hampir serupa ada lagi. Kali ini kejadiannya bukan keguguran melainkan melahirkan. Ya, seorang dokter kandungan di Kentucky, Dr Amanda Hess melahirkan anak keduanya sesaat setelah dia membantu seorang ibu melahirkan.

(Baca Juga: Waduh, Tingkat Konsumsi Susu Orang Indonesia Masih Rendah, Kalah Jauh dari Singapura dan Malaysia!)

Kejadian yang terjadi pada tanggal 23 Juli lalu itu diketahui dari postingan rekannya, Dr Hala Sabry di sebuah akun Facebook. Postingan itu menceritakan kronologis kejadiannya. Saat itu Dr Hess sedang berada di rumah sakit untuk menunggu waktu kelahiran anaknya. Tiba-tiba dia mendengar ada kejadian darurat di kamar sebelahnya di mana sang ibu harus segera melahirkan. Dr Hess tahu betul bahwa jika menunggu dokter kandungan ibu itu memakan waktu yang lebih lama dan membuat tekanan pada bayi yang ada di kandungan.

(Foto: Foxnews)

Langsung saja dia mengenakan pakaian operasi untuk membantu ibu itu melahirkan. Anak keempat dari Leah Halliday Johnson berhasil dilahirkan dengan selamat. Lalu setelah proses melahirkan selesai, tak menunggu waktu lama Dr Hess mengalami kontraksi. Dia pun langsung mendapatkan penanganan untuk persiapan melahirkan anak keduanya. Anak kedua Dr Hess lahir dengan selamat juga dan berjenis kelamin perempuan. Bayi perempuan itu diberi nama Ellen Joyce.

“Saya mendapatkan panggilan darurat tepat sehari sebelumnya. Saya berpikir bahwa saya benar-benar bekerja hingga menjelang detik-detik kelahiran anak saya,” tutur Dr Hess kepada LEX 18 seperti yang dikutip dari Fox News.

Dr Hess sendiri bukanlah dokter kandungan utama Halliday Johnson. Namun memang beberapa kali dia sempat memeriksa kandungan Halliday Johnson. Maka secara tidak langsung Dr Hess ikut merasa bertanggung jawab untuk membantu pasien itu melahirkan.

“Saya menghargai apa yang telah dilakukan oleh Dr Hess untuk keluarga saya. Tindakan yang dia lakukan menunjukkan bagaimana cara dia bersikap sebagai seorang ibu dan juga seorang dokter. Saya merasa bersyukur ada perempuan hebat seperti dia yang mendahulukan melahirkan anak orang lain padahal dia juga sedang menunggu waktu kelahiran anaknya,” ungkap Halliday Johnson.

Kisah perjuangan Dr Hess yang membantu pasien melahirkan sesaat sebelum dia juga melahirkan mendapat respon positif dari netizen. Banyak yang mengagumi dan memuji tindakannya. Tidak sedikit pula yang mendoakan Dr Hess dan anaknya serta Halliday Johnson dan anaknya. Hingga kini postingan tentang kejadian yang dialami Dr Hess sudah dibagikan oleh lebih dari 1.900 pengguna Facebook.

4. Pasien Operasi Otak Sambil Main Gitar

Ketika menjalani operasi besar, biasanya pasien akan tidak sadarkan diri. Namun, seorang pria asal India ini justru sibuk memetik gitar sembari dokter melakukan operasi di bagian kepalanya.Pria berusia 37 tahun bernama Abhisek Prasad itu menderita kelainan neurologis yang menyebabkan ia sulit menggerakan jari-jarinya.

(Baca Juga: Anda Masih Percaya Mitos Susu Ini? Coba Pikir Ulang!)

Melansir Straitimes, Prasad sebelumnya telah berupaya mencari alternatif pengobatan untuk menyembuhkan penyakit langkanya tersebut sebelum akhirnya mendapat rekomendasi untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhagwan Mahaveer Jain di Bangalore.

(Foto: AFP)

Aksi memainkan gitar sembari dioperasi yang dilakukan Prasad diketahui merupakan bagian dari upaya terapi penyembuhan yang disebut dengan "distonia musisi". Teknik ini dimaksudkan untuk membalikkan kondisi. Prasad menjalani operasi dalam keadaan sadar dan hanya mendapatkan bius lokal. Ahli bedah mengebor tengkorak Prasad dan memasang sebuah elektroda.

"Selama operasi ini, Abhishek benar-benar terjaga dan bermain gitar, karena masalah bisa terdeteksi saat bermain. Umpan balik ini sangat penting bagi para dokter untuk bisa mendapatkan lokasi atau target yang tepat untuk selanjutnya ditindaklanjuti," ujar Dokter Sharan Srinivasan yang mengoperasi Prasad.

Prasad sendiri menggambarkan pengalaman uniknya itu dengan kata "ajaib" di mana ia berhasil tetap terjaga dalam operasi yang berlangsung selama tujuh jam tersebut.

"Saya kagum melihat jari-jari saya membaik secara ajaib di meja operasi itu sendiri. Pada akhir operasi, jari-jari saya 100% sembuh dan saya bisa menggerakannya seperti sebelumnya," terang Prasad.

Sebagai ucapan terimakasih pada dokter yang telah membantu menyembuhkan penyakitnya, Prasad mempersembahkan beberapa lagu yang diiringi gitar yang ia mainkan sendiri.

5. Musik Rock saat Operasi Berlangsung

Fakta baru mengungkapkan bahwa saat operasi berlangsung, kebanyakan dokter melakukan tindakan medis disertai dengan mendengarkan musik. Yang lebih mengejutkan lainnya adalah genre musik Rock menjadi pilihan banyak dokter.

Seperti yang terlihat dari hasil penelitian Spotify dan Figure 1, musik rock adalah genre musik paling populer untuk ahli bedah di ruang operasi. Musik yang biasanya memiliki nada kencang tersebut disukai oleh 49% dokter bedah. Genre musik lainnya yang juga disukai dokter di ruang operasi adalah musik pop (48%), klasik (43%), jazz yang lebih santai (24%), dan R & B (21%).

(Foto: Usnews)

Selain itu, dikutip dari Fortune, Spotify mengatakan bahwa 89% dokter memasang daftar putar mereka sendiri di album. Lagu teratas termasuk "Cocaine" Eric Clapton, "Beautiful Day" oleh U2, "Piece of My Heart" oleh Janis Joplin, dan "Rock You Like a Hurricane" Scorpions. Spotify bahkan telah membuat playlist khusus untuk musik rumah sakit!

Dokter yang memiliki kebiasaan ini bisa dikatakan tidak terlalu mengherankan. "Saya mendengarkan band-band dari masa muda saya dan perasaan nostalgia membawa saya ke tempat yang tenang dan terfokus," ucap ahli bedah transplantasi New York City Dr. Alan I. Benvenisty. 

Dia juga menambahkan, kelangsungan hidup pasien di ruang operasi salah satunya berada di tangan saya dan mendengarkan musik rock membuat saya nyaman, sehingga perhatian saya penuh pada pasien saya," pungkasnya.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini