Image

Weleh! 2.000 Kamar Hotel di Jember Masih Kurang untuk Tampung Peserta JFC

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 18:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 13 406 1755182 weleh-2-000-kamar-hotel-di-jember-masih-kurang-untuk-tampung-peserta-jfc-KVYIrLKh45.jpg Jember Fashion Carnival/JFC (foto: Antara)

HOTEL di kawasan Kabupaten Jember, Jawa Timur, meningkat tajam selama pelaksanaan kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC). Dari 9-13 Agustus 2017, seluruh hotel di Jember fully booked. Pengunjung yang tak kebagian kamar terpaksa menginap di kota tetangga, yakni Banyuwangi.

"Hampir setiap tahun okupansi hotel terutama di kawasan kota Jember meningkat selama pelaksanaan JFC. Ini otomatis mendongkrak perekonomian daerah. Tetangga sebelah seperti Banyuwangi juga kecipratan rezeki karena di Jember tidak sanggup menampung pengunjung yang menginap," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno di sela-sela acara JFC 2017.

(Baca Juga: Luar Biasa! Peserta Jember Fashion Carnaval Habiskan Jutaan Rupiah untuk Bikin Kostum)

(foto: Antara)

Menurutnya, okupansi hotel meningkat sejak hari pertama pagelaran JFC. Puncaknya, tingkat hunian hotel terisi penuh pada Sabtu 12 Agustus 2017, karena banyak wisatawan luar daerah yang datang ke Jember pada saat grand carnaval JFC yang digelar Minggu.

"Selama sepekan terakhir ini juga ada beberapa agenda kegiatan yang mendatangkan tamu-tamu dari luar daerah. Okupansi hotel jadi meningkat tajam," katanya.

Ekonomi Jember langsung berdetak sangat kencang. Total kamar hotel di Jember yang berjumlah 2.000 kamar tak lagi bisa menampung wisnus, wisman dan ribuan fotografer dalam dan luar negeri.

(Baca Juga: JFC Harumkan Indonesia di Pentas Dunia)

Peningkatan 600 kamar dari tahun 2016 tetap tak bisa mengimbangi lonjakan wisatawan yang datang ke Jember. "Tahun ini banyak hotel baru. Di 2016 baru 1.400 kamar, sekarang 2.000 kamar, tetap saja kurang," katanya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah hotel bintang 4 seperti Aston dan beberapa hotel bintang tiga seperti Hotel Panorama, Hotel Royal, dan Cempaka Hill juga ikutan panen raya. Tamu yang menginap bahkan sudah memesan kamar jauh-jauh hari untuk menyaksikan JFC.

Hotel Dafam Lotus Jember malah lebih dahsyat lagi. Meski belum melakukan soft opening, hotel itu tetap diburu wisatawan. Sales dan MICE Manager Olly Aulia Hasan sampai terpaksa membuka puluhan kamar untuk menampung wisatawan.

(Baca Juga: Akhir Pekan, Tonton Pesona Karnaval Terbesar Ketiga Dunia Yuk!)

"Kami sebenarnya belum melakukan "soft opening", namun karena banyaknya permintaan selama kegiatan JFC, maka kami menyediakan 52 kamar dari total 131 kamar. Ini kami lakukan selama rangkaian kegiatan JFC sejak 9-14 Agustus 2017," terang Sales dan MICE Manager Olly Aulia Hasan.

Ia mengatakan, jumlah 52 kamar di Hotel Dafam sudah penuh diisi pengunjung JFC pada Sabtu (12/8) karena pihaknya hanya menyediakan kamar hotel khusus selama rangkaian kegiatan karnaval busana yang dimotori oleh Dynand Fariz tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah me-warning hal ini. Jember memang bagus di atraksi tapi lemah di amenitas. Solusinya adalah, amenitas temporary.

"Saya pernah mengusulkanagar masyarakat memanfaatkan momen ini dengan menyewakan kamarnya sebagai homestay. Contohnya kamar kost, dengan disewakan untuk pengunjung JFC selama 4 hari. Itu bisa lebih besar hasilnya dibanding disewakan selama sebulan," ujar Menpar Arief Yahya.

(Baca Juga: Berkostum Unik, Anang & Ashanty Tampil di Runway JFC)

(foto: Antara)

Sebab itu, Menpar Arief Yahya mendorong Jember untuk membuat atraksi lebih banyak lagi. Apalagi, sekarang Jember sudah ditetapkan sebagai destinasi Carnaval. Banyaknya atraksi diyakini akan meng-attract orang untuk datang berkunjung dan investor tidak ragu lagi membangun amenitas.

"Banyuwangi itu punya 72 event, Solo punya 53 event. Daerah lain boleh belajar dari JFC, tapi Jember juga harus belajar dari daerah lain. Setahun itu kan tidak hanya 5 hari buat JFC, tapi ada 360 hari. Jadi ada banyak hari untuk bisa dimanfaatkan bikin atraksi," ujar Menpar Arief Yahya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini