nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Anak Usia 4-6 Tahun Lebih Suka Main dengan Temannya?

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 14 196 1755685 mengapa-anak-usia-4-6-tahun-lebih-suka-main-dengan-temannya-IN3naUm2Vj.jpg (Foto: Antara)

SETIAP orang tua pasti mengharapkan anaknya berkesempatan memiliki masa depan yang lebih baik. Untuk mencapai itu, orang tua berperan penting dalam mengembangkan kemampuan si kecil untuk menjadi generasi maju yang supel, kreatif, dan mandiri.

Orang tua harus memiliki pengetahuan yang tepat mengenai penerapan pola asuh serta pemenuhan nutrisi yang tepat sejak dini agar si kecil bisa bersosialisasi dengan baik serta memiliki kreativitas dan kemandirian agar menjadi anak generasi maju.

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani SPsi MSi Psi mengatakan, pada masa awal kehidupan, orang tua harus selalu mendampingi si kecil dengan melakukan berbagai aktivitas dan menerapkan pola asuh yang tepat.

“Orang tua harus ingat bahwa menjadi anak generasi maju ada tiga kondisi yang harus dipenuhi. Pertama , si kecil harus sehat dan kebutuhan nutrisinya tercukupi dengan baik. Kedua , dia perlu mengembangkan keterampilan berpikir dan kreativitasnya. Ketiga, perkembangan emosinya pun diharapkan baik, menjadi percaya diri dan mandiri,” ujar Anna di Jakarta beberapa waktu lalu.

(Baca Juga: 4 Hal Ini Harus Dilakukan Setiap Hari demi Perkembangan Anak)

Dalam memenuhi kebutuhan si kecil menjadi anak generasi maju, Anna melihat bahwa orang tua harus mau menambah pengetahuan terkait nutrisi dan pola asuh yang tepat bagi si kecil.

“Menjadikan generasi maju dengan membuat anak sehat adalah fondasinya. Kita juga harus bisa memberi stimulasi yang baik, ada teknik yang benar dan disesuaikan usia anak. Namun, terkadang orang tua memiliki keterbatasan, tetapi bisa menambah pengetahuannya dengan datang dalam acara parenting seminar atau mengakses website ,” papar Anna.

Beberapa keterampilan sosial yang perlu dikuasai anak di antaranya bermain dan bekerja sama, berkompetisi sehat, sabar menunggu, sopan santun, selesaikan atau damaikan pertengkaran, marah tanpa mengganggu orang lain, ikut aturan, peduli terhadap yang sakit atau kekurangan.

“Keterampilan sosial harus dibangun sejak dini. Anak 1-3 tahun sudah bisa main bersebelahan dengan temannya, tapi belum bisa berinteraksi. Tidak banyak bicara dengan orang di sebelahnya karena keterampilan bicaranya belum terasah. Kadang saling meniru dengan teman, tapi tidak main bersama. Kadang takut bertemu orang yang jarang ditemui, sebaiknya sebelum bertemu diceritakan dulu, perdengarkan suaranya,” ungkap Anna.

Sedangkan Pada usia 4-6 tahun, anak lebih suka bermain bersama teman daripada orang tua, lebih bisa mengontrol diri dan tidak meledak-ledak. “Bisa bekerja sama, senang bercanda dan berimajinasi, berusaha menyenangkan orang lain dan takut dihukum. Anak kadang berbuat baik bukan karena sadar aturan, tapi takut dihukum,” beber Anna.

(Baca Juga: Foto Anak yang Tidak Boleh Diunggah ke Media Sosial)

Dia juga menuturkan, ada berapa hal yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan sosial anak pada tahap awal, di antaranya kedekatan dengan orang tua, lalu memunculkan rasa percaya pada orang tua yang membuat anak akhirnya menjadi mandiri.

Tahap selanjutnya adalah mengenal emosi, menjaga diri sendiri, kemampuan komunikasi, fokus, dan berempati. Dengan begitu, anak akan merasa aman dan nyaman, percaya diri, dan dapat bergaul sehat. “Orang tua perlu sensitif pada kebutuhan anak, saling menatap mata, saling memeluk. Anak diberi kesempatan bermain sendiri, jangan berbohong pada anak karena perlu percaya kepada orang tua. Bersabarlah terhadap perilaku anak,” tutur Anna.

Cara membangun rasa percaya antara anak dengan orang tua bisa dengan memberikan tanggapan ketika si kecil menangis. “Gendong atau ucapkan kata-kata menenangkan, berikan aturan sebelum aktivitas dilakukan, Tepati janji yang sudah diucapkan kepada anak, dengarkan dengan saksama ketika anak berceloteh,” ucap Anna.

(Baca Juga: Anak Usia 2 Tahun Sudah Harus Diberi Tanggung Jawab! Yuk Mulai dari Membereskan Mainan)

Sementara untuk mendukung si kecil mandiri, bisa dilakukan dengan cara memberikan kesempatan untuk mencoba, tidak memburu-buru anak ketika sedang mencoba, memberikan pujian, pelukan, serta ekspresi wajah yang menyenangkan ketika anak berhasil.

“Agar anak memiliki daya konsentrasi dan imajinasi, bisa latihan dengan cara meningkatkan konsentrasi, kurangi gangguan seperti matikan TV dan radio, jauhkan gadget , bujuk anak untuk menyelesaikan kegiatannya sebelum memulai yang lain. Pastikan anak melakukan aktivitas fisik. Untuk meningkatkan imajinasi, ajak anak membuat cerita dari gambar atau boneka,” pungkas Anna.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini