nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BAHAYA! Peneliti Ungkap Minuman Berenergi Picu Kecanduan Kokain pada Remaja

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 18:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 14 481 1755837 bahaya-peneliti-ungkap-minuman-berenergi-picu-kecanduan-kokain-pada-remaja-eGhfLcNPuv.jpg Ilustrasi (Foto: Intelligentlabs)

PENELITIAN terbaru menemukan bahwa sepertiga perguruan tinggi di Amerika, diketahui siswanya menjadi pecandu kokain atau memiliki masalah penyalahgunaan alkohol atau obat resep. Lebih lanjut sepertiga dari semua siswa antara usia 21 dan 24 adalah konsumen energy drink.

(Baca Juga: Mencampur Minum Minuman Beralkohol dengan Minuman Energi Membuat Anda Berpikir Mabuk Berat)

Sebuah studi baru telah menghubungkan kedua perilaku ini dan mencatat bahwa siswa yang minum-minuman berenergi secara teratur, lebih cenderung menyalahgunakan narkoba atau alkohol saat mereka tumbuh dewasa. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Drug and Alcohol Dependence.

(Baca Juga: Awas! Minuman Energi Bisa Meningkatkan Tekanan Darah Anda)

Dilansir dari Dailymail, periset dari University of Maryland melihat 1.099 mahasiswa selama empat tahun masa studi pada penelitian ini. Mereka mencatat kebiasaan sehat dan kebiasaan cukup berisiko dari para pemuda ini.

(Baca Juga: Hati-Hati Ayah, Minuman Berenergi Pengaruhi Kesehatan Mental Anak)

Mereka menyimpulkan, dari hasil penelitian didapati bahwa subjek penelitian yang biasa meminum-minuman berkafein tinggi tersebut kemudian memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi kecanduan kokain, alkohol, atau zat terlarang lainnya dibandingkan dengan siswa yang tidak mengkonsumsi minuman ini.

Amelia Arria, seorang profesor dan penulis studi tersebut menjelaskan bahwa penelitian ini adalah salah satu yang menghubungkan kontribusi sebenarnya dari konsumsi minuman energi ini dengan pelecehan yang kerap terjadi. Perlu Anda ketahui juga, Amelia bekerja sebagai anggota Center for Young Adult Health and Development (CYAHD) untuk studi ekstensif ini.

(Baca Juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh setelah Menenggak Minuman Berenergi)

Pada penelitian sebelumnya dari para periset CYAHD, diketahui bahwa kelebihan konsumsi minuman energi dikaitkan dengan perilaku minum yang tinggi dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang lainnya. Tapi dijelaskan Amelia, penelitian kali ini yang pertama untuk mengukur koneksi dari dua hal tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya di atas separuh (51,4 persen), adalah mereka yang memiliki tingkat addicted dengan minuman berenergi yang cukup tinggi. Kebiasaan tersebut berlangsung lama bahkan akan terus dilakukan. Kelompok lain ada di kelompok menengah atau sekitar 17,4 persen. Ini berarti mereka tetap berisiko menggunakan kokain setelah mengkonsumsi minuman berenergi tinggi.

Fakta tersebut sebanding dengan mereka yang tidak menggunakan minuman berkafein sama sekali. Kelompok ini jumlahnya lebih banyak dari kelompok menengah, yaitu sekitar 20,6 persen.

Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa mereka yang tidak mengonsumsi minuman berenergi tidak berisiko lebih besar terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kemudian hari.

Namun penelitian tersebut tidak dapat menemukan alasan yang menghubungkan kedua kejadian tersebut. Beberapa penjelasan yang mungkin bisa dikaitkan adalah mereka yang mengkonsumsi lebih banyak minuman energi bisa menjadi orang yang mengalah pada tekanan teman sebaya atau mungkin orang-orang yang memiliki perilaku berisiko tinggi. Selain itu, mungkin perubahan di otak karena minuman stimulan berkafein ini bisa menjadi alasan hubungan di antara kedua hal tersebut.

Yang mengkhawatirkan para periset adalah kenyataan bahwa hanya ada sedikit atau tidak ada intervensi dan regulasi dalam hal kandungan kafein dari minuman energi ini. Para ahli merasa bahwa Food and Drug Administration (FDA) perlu memberlakukan pembatasan kafein terhadap produk ini. Informasi lebih lanjut dan peringatan harus tersedia bagi generasi muda.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini