Hari ke-13 Pelaksanaan Imunisasi MR, 12 Juta Anak di Pulau Jawa Sudah Divaksin

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 14 481 1755876 hari-ke-13-pelaksanaan-imunisasi-mr-12-juta-anak-di-pulau-jawa-sudah-divaksin-tCa0pClqFG.jpg Ilustrasi (Foto: Telegraph)

SEJAK awal Agustus, anak-anak sekolah sebelum berusia 15 Tahun di Pulau Jawa mendapatkan vaksin Measles Rubella (MR) yang digagas oleh pemerintah. Hingga hari ke-13 pelaksanaannya, ada sekira 12 juta anak telah mendapatkan imunisasi penangkal penyakit campak dan rubella.

Vaksin MR wajib dilakukan oleh anak usia sekolah, pertama kalinya masuk menjadi program nasional yang dilaksanakan di Pulau Jawa. Hampir semua sekolah mulai dari TK, SD dan SMP melakukan pemberian vaksin tersebut.

(Baca Juga: Pemberian Vaksin MR Aman untuk Anak Sebelum Usia 15 Tahun, Sudah Jaminan Halal dari MUI)

Dijelaskan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh MPPM, target pencapaian pemberian vaksin MR kepada anak-anak di Indonesia mencapai 95%. Dengan sasaran 65% anak sekolah dan 35% bayi juga balita.

"Pada hari ke-13, target kita sudah mencapai 35,97% untuk anak sekolah saja atau sekira 12.576.279 anak-anak yang sudah divaksin di Pulau Jawa," kata Subuh saat ditemui di Grand Sahid Jaya, kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

(Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)

Per harinya, menurut Subuh, pemerintah menargetkan 2,7% anak telah divaksin MR di seluruh provinsi yang tersebar di Pulau Jawa. Antara lain di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten.

(Baca Juga: Cegah Campak dan Rubella, Ayo Bawa Anak Suntik Vaksin MR Agustus Nanti, Gratis!)

Dengan jumlah sasaran anak yang telah divaksin terbanyak di Jawa Tengah sekira 3.077.000 anak. Ditambah jumlah anak di Jawa Barat mencapai 4.038.000 anak. Juga dengan sasaran terendah di wilayah DKI Jakarta yakni 700.000 anak.

"Pada hari ke-30 diharapkan sudah 95% anak-anak di Pulau Jawa diberikan perlindungan vaksin MR. Saya kira ini sesuatu yang bagus dan antusiasme masyarakat untuk membawa anaknya vaksin cukup besar dibandingkan imunisasi yang lainnya," terangnya.

Sementara itu, menurut Subuh, capaian target terberat dalam pemberian vaksin MR ini dengan sasaran bayi dan balita. Adapun pelaksanaannya akan dimulai pada September mendatang.

(Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit Roseola, Campak dan Rubella?)

Pemberian vaksin MR ini dilakukan di pelayanan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, posyandu dan rumah sakit. Semua orangtua diimbau untuk mengantarkan anaknya vaksin tanpa alasan apapun.

"Paling berat nanti pemberian vaksin pada September. Kita harus mobile mencari anak-anak yang sekolah untuk divaksin. Misalnya anak-anak jalanan karena tidak ada wadahnya. Beda dengan sekolah yang merupakan institusi," ujarnya.

Belum lagi menghadapi berbagai penolakan atau orangtua yang anti vaksin. Tapi pemerintah yakin bahwa pemberian vaksin MR ini berhasil cakupannya 95% dilakukan di Pulau Jawa yang menjadi target wilayah pertama.

Pemerintah berpromosi lewat iklan layanan masyarakat dengan kemasan berbeda. Hal ini menjadi nilai positif untuk mengajak masyarakat agar tidak takut vaksin.

"Penolakan jelas ada, tapi kita tampilkan iklan layanan masyarakat yang berbeda. Kita kemas dalam bentuk testimoni avidence penyakit. Yang bicara bukan lagi pemerintah. Diharapkan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk melakukan vaksin," simpulnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini