Share

Pengguna Medsos Anak-Anak Paling Banyak di Indonesia! Awas, Pedofilia Incar si Kecil lewat Rayuan

Vessy Frizona, Okezone · Selasa 15 Agustus 2017 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 196 1756268 pengguna-medsos-anak-anak-paling-banyak-di-indonesia-awas-pedofilia-incar-si-kecil-lewat-rayuan-nPL7xpdZRG.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

KEJAHATAN seksual terhadap anak sudah ditetapkan sebagai kategori kejahatan luar biasa. Semakin banyak cara untuk menuntaskan kejahatan ini, makin beragam pula modus yang dilakukan pelaku.

Pelaku kejahatan seksual terhadap anak disebut pedofilia. Menurut pengertian dari wikipedia, pedofilia masuk dalam kategori gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (pribadi dengan usia 16 atau lebih tua) biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak prapuber (umumnya usia 13 tahun atau lebih muda, walaupun pubertas dapat bervariasi). Anak harus minimal lima tahun lebih muda dalam kasus pedofilia remaja (16 atau lebih tua) baru dapat diklasifikasikan sebagai pedofilia.

Baca Juga: Apa Sebenarnya Makna 'Loli', yang Bikin Nafa Urbach Ngamuk: "Dimana Rumah Kamu?"

Mereka adalah orang-orang yang memiliki hubungan kuat dan berulang terhadap dorongan seksual dan fantasi tentang anak-anak prapuber dan di mana perasaan mereka memiliki salah satu peran atau yang menyebabkan penderitaan atau kesulitan interpersonal.

Bicara soal pedofilia, kasus menjadi perhatian utama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini terus berkembang. Bila pelaku yang ditemukam selama ini beroperasi di sekitar anak (orang terdekat), kini orang jauh bisa menjamah anak-anak lewat fasilitas media sosial.

"Modusnya menjadi teman dekat anak. Merayu, memberi iming-iming, memberi perhatian, atau hal lainnya yang membuat anak merasa nyaman berteman di dunia maya," kata Kasandra Putranto saat menanggapi kasus yang menimpa putri penyanyi Nafa Urbach, kepada Okezone, Selasa (15/8/2017).

Ia pun melihat bahwa pengguna media sosial anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Orangtua banyak memberi kebebasan membiarkan anak menjelajah dunia maya tanpa batasan dan pantauan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Psikolog Sebut Jaringan 'Loli' Pembidik Anak di Bawah Umur Sampai Tingkat Internasional

"Indonesia adalah penggunaan Facebook terbanyak dan di bawah umur. Ini menjadi kesempatan bagi pelaku mencari mangsa. Mendekati lewat pertemanan palsu," sambungnya.

Orangtua yang tidak intens memantau akan memberi ruang kepada pelaku melancarkan aksinya. Apalagi jika anak juga tidak diberi penjelasan realita bahwa ada orang dewasa akan berbuat jahat dengan cara yang kehilatannya baik.

"Sudah ada aturan, menggunakan media sosial usia 17 tahun. Jangan takut anak ketinggalan zaman karena enggak mengerti media sosial. Belajar main medsos itu cepat kok. Kalau anak sudah dipercaya punya akun medsos, mereka juga harus diberi penjelasan tentang hal-hak berbahaya yang mengancam diri di jejaring tersebut. Jadi anak bisa selalu waspada," imbuh psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini