nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Filosofi Lomba Memasak Sering Diselenggarakan pada Kegiatan Pramuka, Khususnya Jambore

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 12:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 15 298 1756191 filosofi-lomba-memasak-sering-diselenggarakan-pada-kegiatan-pramuka-khususnya-jambore-WGTvDp2Eti.jpg Lomba memasak di kegiatan Pramuka (Foto:DKCPekalongan)

MASYARAKAT Indonesia kemarin (14/8/2017) memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-56. Untuk menyegarkan pikiran Anda, Okezone akan membahas sedikit tentang sejarah Pramuka, termasuk tujuan dan filosofi diadaikannya lomba memasak.

Pramuka atau juga dikenal dengan sebutan Praja Muda Karana merupakan salah satu organisasi generasi muda di Indonesia. Organisasi ini pertama kali dicetuskan oleh seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Lord Baden Powell.

Di Indonesia sendiri, organisasi ini diresmikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, pada 14 Agustus 1961. Kala itu, Soekarno membutuhkan generasi muda untuk ikut terlibat dan mendukung pembangunan bangsa dan melestarikan persatuan serta kesatuan. Selain itu, Pramuka juga bertugas untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dan pemuda di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:

POP SUGAR: Siang Hari Sehabis Makan Enaknya Ditutup dengan Es Cendol Kacang Merah

Astaga! Sebuah Donat Mirip Ular Sukses Bikin Netizen Heboh

Tak heran dalam setiap kegiatannya, para anggota pramuka mempelajari berbagai ilmu keterampilan untuk meningkatkan kreativitas, wawasan, hingga skill-skill untuk bertahan hidup, termasuk kemampuan untuk memasak beragam hidangan. Bahkan, dalam setiap acara jambore atau kegiatan pramuka lainnya, selalu diselenggarakan lomba memasak untuk para anggota Pramuka tingkat penggalang.

Dibalik lomba tersebut, ternyata ada beberapa tujuan positif dan nilai-nilai kepramukaan yang dapat dipetik oleh para peserta lomba yakni, kecakapan hidup, kreativitas, dan kompetisi. Hal ini juga sempat dijelaskan oleh Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Pramuka.

“Lomba-lomba yang sering diadakan pada event Jambore (tingkat penggalang atau yang berusia di bawah 16 tahun), tujuannya memang untuk mengembangkan kemampuan diri atau dalam hal ini saya menyebutnya adalah sebuah proses panjang yang akan dilalui para anggota Pramuka. Di mana mereka akan membiasakan diri menghadapi hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah mereka temukan sehari-hari, termasuk memasak,” tutur Adhyaksa saat dihubungi Okezone via telepon, Senin 14 Agustus 2017.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk anggota pramuka yang berada pada tingkat Pandega (berusia 16-25 tahun), materi yang diberikan pun lebih beragam dan berbeda jika dibandingkan tingkat Penggalang.

BACA JUGA:

URBAN FOOD: Oseng Udang Tempe atau Udang Goreng Asam, Dijamin Bikin Anda Selera Makan

Selain Enak, 5 Makanan Bisa Membuat Gigi Putih Alami Rajin Makan Keju Ya

“Kalau sudah di tingkat Pandega materi yang mereka dapatkan itu memang lebih bervariasia. Tujuannya untuk meluaskan wawasan mereka, mempelajari bagaimana hidup bertoleransi, serta memahami perkembangan informasi dan teknologi,” tambah Adhyaksa.

Saat ditanya apa harapan Adhyaksa terhadap masa depan Pramuka di Indonesia, ia mengatakan bahwa para pemuda Indonesia harus menghargai semua proses dalam kehidupan, khususnya dalam hal pengembangan diri.

“Banyak yang bilang bahwa pemuda adalah harapan bangsa. Tapi sayangnya, mereka sering melupakan setiap proses yang harus mereka lalui. Saya harap semua pemuda Indonesia mulai menyadari hal tersebut. Karena saya yakin, suatu saat nanti semua orang akan mengatakan bahwa “menantu idaman adalah anggota pramuka,”. Buktinya, dari 10,8 juta anggota Pramuka yang aktif, tidak ada satu pun yang menggunakan narkoba,” tukasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini