Kini Jadi Oleh-Oleh Khas Surabaya, Sambal 'Bu Rudy' Ternyata Tercipta Secara Tak Sengaja

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 298 1756218 kini-jadi-oleh-oleh-khas-surabaya-sambal-bu-rudy-ternyata-tercipta-secara-tak-sengaja-EojnPNAWKL.jpg Ilustrasi sambal Bu Rudy (Foto:Linakicthen)

 

FOODIES mungkin pernah memiliki pengalaman bagaimana serunya berburu sambal Bu Rudy atau pernah menitipnya saat ada rekan atau kerabat yang bertandang ke Surabaya. Siapa sangka sambal dengan pedas nendang ini ternyata ditemukan secara tidak sengaja lho.

Ditemui di kawasan Jakarta Barat beberapa waktu lalu, perempuan ramah bernama Lany yang lebih dikenal sebagai Bu Rudy, membagikan kisahnya saat menemukan si sambal yang kini jadi primadona. Berawal dari sang suami yakni Rudy yang hobi memancing, Lany kerap dibawakan oleh-oleh ikan hasil pancingan sang suami. Ikan inilah awal sejarah terciptanya sambal khas ala Bu Rudy.

Pulang memancing ternyata sang suami tak hanya membawa ikan melainkan sisa umpan memancing yang tak habis digunakan yakni udang. "Suamiku bawa ikan hasil pancingan tapi juga ada udang sisa itu, sisa umpan. Nah ikannya saya masak, udangnya tak uleg jadi campuran sambal," kata Lany bersemangat.

BACA JUGA:

Filosofi Lomba Memasak Sering Diselenggarakan pada Kegiatan Pramuka, Khususnya Jambore

Astaga! Sebuah Donat Mirip Ular Sukses Bikin Netizen Heboh

Perempuan berdarah Madiun ini mengaku tak pandai memasak namun kebiasaan orang Madiun dan Surabaya, asal ada cabai maka bahan apapun bisa jadi makanan lezat, membuatnya sedikit demi sedikit mencoba masuk dapur. "Orang Madiun itu yang penting ada lombok (cabai) bisa jadi makanan," lanjutnya.

Kembali ke olahan ikan dengan sambal udang dari sisa umpan memancing,Lany kemudian jadi sering membuat sambal bercita rasa gurih ini. Dalam bebagai momen dan kesempatan, Lany membuat sambal untuk beberapa teman-temannya. Hingga akhirnya lama kelamaan banyak yang menyukai sambalnya dan menyarankan untuk menjualnya.

 

"Saya sering ajak temen makan bersama, lama-lama mereka bilang sambalnya enak dan nyuruh saya jualan. Awalnya saya anggap itu bercanda tapi ternyata ini justru rezeki Saya. Sama sekali bukan pekerjaan yang terpikirkan. Bisa dibilang asal-asalan tetapi jadi begini," bebernya diselingi senyum suminggrah.

Dengan modal seadanya, Lany memberanikan diri membuka usaha nasi pecel sambil tetap memproduksi sambal. Makanannya ini ia jajaki menggunakan mobil sang suami. Nasi pecelnya laris manis lalu dilanjutkan dengan menu ayam penyet dan kini usahanya berkembang pesat. Disamping usaha sambal Lany dan suami  juga memiliki warung makan sederhana yang setiap hari pengunjungnya membludak.

Sementara sambalnya tak pernah sepi peminat. Lany mengatakan sambalnya sama sekali tak mengandung bahan kimia sehingga tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Sebenarnya Lany tahu bahan kimia yang bisa membuat sambalnya tahan lama, lebih pedas atau warnanya lebih cantik. Tapi dengan tegas ia tak mau menggunakan bahkan berurusan dengan bahan kimia ini.

BACA JUGA:

URBAN FOOD: Oseng Udang Tempe atau Udang Goreng Asam, Dijamin Bikin Anda Selera Makan

Selain Enak, 5 Makanan Bisa Membuat Gigi Putih Alami Rajin Makan Keju Ya

"Dulu sambalnya sering rusak, belum seminggu sudah rusak, tiga hari sudah rusak. Sekarang mendingan, sama anak saya dipakein seal jadi bisa kuat seminggu lah. Kalau mau makin lama simpan dalam kulkas. Saya sama sekali enggak mau pakai bahan kimia," ujarnya.

Demikian juga dengan masakan di warungnya yang sudah melegenda dan terkenal di kalangan menengah atas hingga pejabat. "Jangan sebut itu restoran, saya lebih senang disebut kedai, depot atau warung. Saya ndak pernah pasang iklan, promosi atau apapun, semua orang tahu dari mulut ke mulut," lanjut Lany  yang konon katanya menu di warungnya berbeda setiap hari.

Deretan pejabat seperti Gubernur Jawa Timur hingga mantan Kapolri Timur Pradopo adalah nama-nama langganan warung Lany ini. "Waktu itu Pak Timur Pradopo datang ke warung saya cari sayur lodeh tapi sudah habis semua, tinggal kuahnya. Ditawari kuah lodeh, beliau mau. Makan dengan lahap pakai sambal," pungkas Lany.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini