Ubur-Ubur Bisa Jadi Santapan Lezat, Ini Penjelasan Ahli Kelautan

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 298 1756270 ubur-ubur-bisa-jadi-santapan-lezat-ini-penjelasan-ahli-kelautan-yzc8F9gCc1.jpg Ubur-ubur bisa jadi makanan lezat (Foto:Daysofyear)

 

PERNAH melihat ubur-ubur? Bentuknya unik dan menggemaskan bukan, tapi dibalik tampilannya yang unik ternyata ubur-ubur dianggap sebagai hama. Bukan sembarang hama, ubur-ubur juga bisa diolah jadi santapan lezat, ahli kelautan justru menyarankan untuk dikonsumsi.

Mendengar kabar ini tentu Anda akan berpikir dua kali, pasalnya ubur-ubur termasuk hewan laut yang jarang dijadikan olahan makanan. Belum lagi kabar soal ubur-ubur yang bisa menyengat kulit manusia. Duh!

Dilansir dari Independent, Selasa (15/8/2017), seorang pakar biologi kelautan mengatakan ubur-ubur sudah mencapai tingkat populasi yang mengkhawatirkan. Tepatnya di laut Mediterania, populasi ubur-ubur bahkan perlahan menjadi ancaman besar bagi ekosistem laut.

BACA JUGA:

POP SUGAR: Siang Hari Sehabis Makan Enaknya Ditutup dengan Es Cendol Kacang Merah

Mau Minum Cappuccino, Pria Ini Malah Temukan Kecoak!

Dan salah satu solusi untuk mengurangi perkembangan ubur-ubur adalah dengan mengolahnya menjadi makanan. Dengan cara ini dianggap jumlah ubur-ubur akan berkurang signifikan dan bisa jadi cara memperkaya cita rasa dan ragam tren kuliner.

Dalam studi terbaru yang dirilis pakar kelautan asal Slovenia dan Portugis, perkembangan yang snagat dominan bisa menjadi hal berbahaya. Pasalnya ubur-ubur memiliki tentakel yang bisa menyengat, ini akan berbahaya bagi ikan dan ekosistem bawah laut. Jumlah populasi ikan akan tergerus dan kalah dengan jumlah ubur-ubur, ini akan berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan.

Belum lagi ubur-ubur yang hidup secara bergerombol di lautan luas akan dengan cepat menyerap dan melahap plankton, ini dikhawatirkan akan memutus rantai makanan.

Sementara itu Profesor Silvio Grecio, seorang ahli biologi kelautan asal Italia sudah melakukan percobaan dimana ubur-ubur bisa dijadikan santapan menggugah selera.

“Ubur-ubur mengingatkan saya pada tiram. Saat makan ubur-ubur, dagingnya kenyal dan lembut, ini terasa lezat. Kandungan air dalam ubur-ubur sekitar 90 persen sehingga membuat teksturnya kenyal,” kata Prof Grecio kepada BBC.

BACA JUGA:

Kini Jadi Oleh-Oleh Khas Surabaya, Sambal 'Bu Rudy' Ternyata Tercipta Secara Tak Sengaja

Filosofi Lomba Memasak Sering Diselenggarakan pada Kegiatan Pramuka, Khususnya Jambore

Selain teksturnya yang unik, ubur-ubur secara alami memiliki rasa asin dan gurih sehingga jika dimasak tanpa bumbu pun rasanya akan lezat.

“Sekarang manusia harus jadi predator ubur-ubur,” lanjutnya.

Bukan hanya membuktikan jika ubur-ubur aman disantap, Prof Grecio juga mengatakan ubur-ubur mengandung nutrisi yang tinggi. Kandungan nutrisinya antara lain protein dan kolagen, disamping itu daging ubur-ubur juga mengandung sedikit lemak dan rendah kalori.

Olahan masakan yang bisa dibuat juga cukup beragam mulai dimasak dengan bumbu sederhana, dimasak dengan bumbu ala asia atau dijadikan ubur-ubur goreng layaknya tempura.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini