nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HARI MERDEKA: Menapaki Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati di Bengkulu

Tentry Yudvi, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 08:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 15 406 1756607 hari-kemerdekaan-menapaki-kisah-cinta-soekarno-dan-fatmawati-di-bengkulu-qiaA1OEhez.jpg Soekarno dan Fatmawati (foto: Ist)

SAAT masa penjajahan Belanda, sosok presiden Ir. Soekarno begitu harum namanya sebagai pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau bahkan rela diasingkan Belanda ke pelosok daerah agar jauh dari Batavia. Tempat pengasingan di Bengkulu pun pernah beliau singgahi dari tahun 1938-1942.

Bengkulu menjadi tempat pengasingan beliau setelah berpindah dari Ende, Nusa Tenggara Timur yang menjadi tempat beliau merumuskan Naskah Pancasila. Beliau kala itu begitu semangat.

(Baca Juga : Tari Saman Massal, Persembahan Masyarakat Gayo untuk HUT Ke-72 RI)

Berpindah ke Bengkulu rupanya tak membuat semangatnya goyah, beliau melakukan gerakan melalui pendidikan. Di mana beliau datang ke sekolah non - pemerintah untuk menanamkan jiwa Cinta Tanah Air bagi pribumi saat itu.

Selama tinggal di Bengkulu, awalnya beliau menginap di Hotel Centrum karena rumah pengasingan beliau sedang dalam renovasi. Hotel tersebut pun kini sudah tak ada lagi kerangkanya, bahkan sudah hilang. Kemudian setelah renovasi selesai, beliau pun berpindah ke rumah pengasingan dan tinggal bersama istrinya Inggit Garnasih dan juga anaknya.

(Baca Juga: Hore! KAI Gratiskan Tiket Kereta di Hari Kemerdekaan RI Ke-72)

Saat itu, Soekarno menjadi guru les dari Fatmawati teman anaknya bernama Djuami. Fatmawati merupakan sosok cantik dan juga pintar. Keduanya pun bertemu di rumah pengasingan, di mana Fatmawati menjadikan Soekarno sebagai guru lesnya. Kecantikan Fatmawati pun membuat Soekarno jatuh hati.

Museum Fatmawati (foto: Instagram/@rosalina_theodora)

Fatmawati pun diminta tinggal di rumah pengasingan tersebut agar pelajaran yang diberikan Soekarno lebih mendalam, pasalnya Fatmawati sendiri les bahasa Inggris untuk masuk ke sekolah perguruan tinggi Rk Voolkshool. Kejadian ini berlangsung di bulan Agustus tahun 1938. Keduanya pun semakin akrab hubungannya.

(Baca Juga: 6 Trik Hadapi Kepadatan di Bandara & Pesawat, Traveller Wajib Coba!)

Kedekatannya itu, sontak membuat kecurigaan dari Inggit dan kedua anak angkatnya Soekarno. Pertengkaran hebat pun terjadi, sehingga akhirnya Fatmawati pindah ke rumah neneknya. Tak lama kepindahannya tersebut, Fatmawati dilamar oleh seorang pemuda di tahun 1939.

Saat itu, Soekarno pun ditinggal Inggit sendiri. Dan, karena desakan keluarganya untuk meminta pendapat Soekarno mengenai pinangan tersebut. Fatmawati pun berencana untuk mendatangi guru lesnya itu di rumah pengasingan. Namun, sebelum keluar rumah rupanya Soekarno pun sudah ada di depan rumahnya.

(Baca Juga: Wadaw! di Skotlandia Ada Rumah "Goyang" Terbesar di Dunia)

Di halaman rumah nenek Fatmawati yang kini menjadi museum dengan nama Ibu Fatmawati Soekarno Bengkulu inilah. Soekarno pun melamar Fatmawati. Singkat cerita, pinangan itu diterima selama Soekarno bisa menceraikan istrinya Inggit. Cinta bersemi di Bengkulu ini pun menjadikan Fatmawati dikenal dunia sebagai Ibu Negara Presiden Indonesia pertama saat itu.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini