nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Jam Melewati Operasi Tumor Otak, Perempuan Ini Tetap Sadar dan Bernyanyi "Terima Kasih Tuhan"

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 09:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 15 481 1756116 8-jam-melewati-operasi-tumor-otak-perempuan-ini-tetap-sadar-dan-bernyanyi-terima-kasih-tuhan-IoLlRsSno0.jpg Meja Operasi (Foto: Dailymail)

KISAH di ruang operasi belakangan ini menjadi pembicaraan yang menyenangkan. Sebelumnya, Anda mungkin pernah mendengar kabar ada seorang pria yang bermain gitar saat operasi di tubuhnya berlangsung. Atau perihal musik genre Rock yang banyak diputar dokter bedah seluruh dunia.

(Baca Juga: VIRAL! Kepala Anak Perempuan Tersangkut Pagar Besi, Anda Akan Terkejut dengan Cara Membebaskannya!)

Seperti tidak ada habisnya, kini kisah di ruang operasi pun terjadi di Brasil. Seorang perempuan tetap sadar dan bernyanyi selagi operasi pengangkatan tumor otak selama 8 jam berlangsung di tubuhnya.

 (Baca Juga: Pemberian Vaksin MR Aman untuk Anak Sebelum Usia 15 Tahun, Sudah Jaminan Halal dari MUI)

Adalah Maria Filomena da Costa. Perempuan berusia 45 tahun itu dikabarkan bernyanyi lagu religi "Terima Kasih Tuhan" ciptaannya sendiri selama operasi berlangsung. Lagu tersebut pun sengaja dia ciptakan sesaat sebelum operasi dimulai.

Tindakan Maria cukup membuat tim medis di Rumah Sakit Dasar di São Jose do Rio Preto, Brasil timur selatan, tersentuh. Bagaimana tidak, saat otaknya sedang "dimainkan", Maria tetap bisa berpikir dan bernyanyi laiknya tidak sedang terjadi apa-apa. Padahal tumor yang ada di otaknya itu memengaruhi cukup besar tindakan dan ucapan perempuan tersebut.

Perlu Anda ketahui sebelumnya, anestesi yang diberikan pada pasien sebelum dilakukan tindakan operasi membuat pasien sedikit mengantuk, namun tetap bisa berbicara dan menanggapi pertanyaan. Diterangkan laman Dailymail, Selasa (15/8/2017) ahli bedah saraf Carlos Rocha menjelaskan, ada risiko besar yang bisa terjadi pada Maria. Salah satunya adalah kemampuan dirinya dalam berucap. "Makanya, ketika Maria tetap bisa bernyanyi, itu adalah kemajuan Maria sendiri dalam melalui operasi yang cukup menguras banyak waktu tersebut," ungkap Rocha.

(Baca Juga: Kabar Baik! Alat Ini Bisa Deteksi Penyakit dari Perubahan Aroma Tubuh)

Rocha melanjutkan, pihaknya pun melakukan pre-arranged untuk melakukan pemetaan ucapan dengan rangsangan listrik ke otak dan tes selama operasi. Jadi, tim medis pun berusaha untuk tetap mengaktifkan sistem kerja otak Maria dengan memintanya mengucapkan benda dan warna yang ditujukan padanya.

 (Baca Juga: Pemberian Vaksin MR Aman untuk Anak Sebelum Usia 15 Tahun, Sudah Jaminan Halal dari MUI)

"Maria mengejutkan kita dengan melakukan lebih dari yang kita bayangkan. Dia mulai bernyanyi saat kami mengeluarkan tumor di otaknya. Itu adalah hal yang luar biasa, karena memberi kami keamanan dan kepastian yang kami butuhkan untuk memastikan otaknya tetap berfungsi dengan baik," tambah Rocha.

Sementara itu, perlu Anda ketahui, Maria menderita tumor jinak dua tahun yang lalu. Tumor tersebut berkembang di daerah yang bisa membahayakan fungsi dan kinerja sistem bicara Maria. Operasinya sempat tertunda, namun akhirnya tim neurologis siap karena melihat perkembangan Maria secara psikologis siap melalui operasi. Kemudian, Maria juga dianggap mampu menghadapi risiko yang terkait dengan prosedur tersebut.

(Baca Juga: Cegah Campak dan Rubella, Ayo Bawa Anak Suntik Vaksin MR Agustus Nanti, Gratis!)

Ahli anestesi Paula Fialho menuturkan, setelah dinyatakan bisa melakukan operasi, Maria malah menanyakan apakah dirinya bisa bernyanyi selama operasi berlangsung? "Kami pun menyetujui hal tersebut. Ada sejumlah pihak profesional yang terlibat dalam prosedur ini dan ini adalah pengalaman yang cukup emosional. Semua orang tidak bisa berhenti membicarakan keberaniannya," jelas Fialho.

Sementara itu, empat hari setelah prosedur tersebut, Maria dipulangkan dari rumah sakit dan sudah bisa berjalan, berbicara, dan sedang dalam proses pemulihan penuh sesuai dengan anjuran dokter.

"Saya sudah lama menunggu operasi itu. Pengalaman tersebut adalah momen yang sangat mengkhawatirkan. Saya ingin merasa percaya diri selama operasi dan memiliki semacam kontrol dengan cara saya sendiri. Jadi, saya mengingat sebuah lagu yang telah saya tulis. Saya tidak benar-benar berpikir saya bisa menyanyikannya, tapi berkat kerja brilian para dokter saya dapat melakukannya," cerita Maria.

"Dokter bedah telah memberi saya awal baru dan kesempatan baru untuk hidup," tambahnya singkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini