HOAX, Kabar Viral Anak Lumpuh Akibat Vaksin MR, Menkes: Jangan Besarkan Masalah Ini!

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 481 1756202 hoax-kabar-viral-anak-lumpuh-akibat-vaksin-mr-menkes-jangan-besarkan-masalah-ini-HBsU13X065.jpg Ilustrasi (Foto: Scrollin)

SEMPAT heboh diberitakan di sebuah tayangan televisi swasta bahwa ada seorang anak di Demak, Jawa Tengah mengalami kelumpuhan setelah disuntik vaksin MR. Kabar ini juga viral di media sosial, sehingga dampaknya mengganggu keberlangsungan pemberian vaksin yang masuk dalam program nasional itu.

(Baca Juga: Hari ke-13 Pelaksanaan Imunisasi MR, 12 Juta Anak di Pulau Jawa Sudah Divaksin)

Ditegaskan Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr dr Hindra Irawan Satari SpA(K) bahwa anak tersebut sebelum diimunisasi sudah menderita penyakit. Kasus ini bukanlah kejadian ikutan pasca imunisasi seperti yang dihebohkan oleh masyarakat.

"Perlu ditegaskan, anak yang di Demak itu pernah sakit sebelumnya dan mempengaruhi perjalanan penyakit dari vaksin. Sewaktu diobservasi, sebelum disuntik kaki kanan anak itu yang sebelah kanan dan kiri ukurannya beda sebelah. Matanya juga mengalami kelainan," ujar dr Hindra di sela Temu Media Membahas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

(Baca Juga: Pemberian Vaksin MR Aman untuk Anak Sebelum Usia 15 Tahun, Sudah Jaminan Halal dari MUI)

Saat ini, terang dr Hindra, pasien sudah dirujuk di RSUP Karyadi Semarang dari sebelumnya dirawat di sebuah rumah sakit di Demak. Kondisinya anak itu semakin membaik dan terus dipantau oleh tim dokter.

(Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)

dr Hindra sangat yakin bahwa anak tersebut tidak lumpuh akibat pemberian vaksin MR. IDAI dan pemerintah sudah benar-benar memastikan kondisi pasien.

"Untuk kasus anak di Demak ini ada sudah kita periksa dan pastikan tidak kena kejadian ikutan pasca imunisasi. Sekarang, tidak ada buktinya kalau anak itu sakit bukan karena disuntik," imbuhnya.

(Baca Juga: Cegah Campak dan Rubella, Ayo Bawa Anak Suntik Vaksin MR Agustus Nanti, Gratis!)

Pada kesempatan sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh MPPM menambahkan, untuk mencegah kejadian ikutan pasca imunisasi, pemerintah bekerja sama dengan para ahli. Dokter spesialis anak dalam hal ini IDAI memantau keberlangsungan pemberian vaksin MR yang tengah dilaksanakan sejak awal Agustus 2017.

"Pelaksanaan vaksin MR ini di berbagai daerah kita minta kawal IDAI untuk meningkatkan kualitas pelayanannya," katanya.

Ketika ada kejadian ikutan pasca imunisasi seperti demam atau ruam sangat wajar terjadi. Gejalanya akan muncul sekira 7-12 hari setelah anak divaksin. Tapi dampak ini tidak membahayakan anak, sehingga orangtua tak perlu khawatir.

Di lain kesempatan, Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) meminta agar masyarakat tidak membesar-besarkan masalah yang dialami oleh pasien tersebut. Dia juga berpesan agar orangtua tetap mengantarkan anaknya vaksin sesuai program pemerintah.

"Kabar anak lumpuh karena vaksin itu tidak benar. Jangan dibesar-besarkan masalah seperti ini. Karena kondisinya memang dia sudah mengalami penyakit penyerta sebelumnya," ujar Menkes saat ditemui di Grand Sahid Jaya, kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, kemarin.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini