Patut Dicoba, 8 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular, Termasuk Diabetes!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 481 1756264 patut-dicoba-8-perubahan-gaya-hidup-untuk-mencegah-penyakit-tidak-menular-termasuk-diabetes-RbEXeL1PF1.jpg Ilustrasi (Foto: Rangerxian)

DI era kehidupan modern, hampir semua orang memiliki risiko menderita penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Karena, kemajuan teknologi membuat seseorang lebih sedikit aktif secara fisik.

Belum lama resto makanan cepat saji atau junk food yang semakin menjamur, banyak orang hampir pasti tergoda. Rutin mengonsumsi junk food bisa meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes dan penyakit tidak menular lainnya, karena berat badan terus bertambah hingga obesitas.

(Baca Juga: HOAX, Kabar Viral Anak Lumpuh Akibat Vaksin MR, Menkes: Jangan Besarkan Masalah Ini!)

Seperti kita tahu, obesitas adalah faktor risiko hampir semua penyakit tidak menular, dimulai dari diabetes, stroke, hipertensi hingga penyakit jantung.

Untuk itu, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup demi mengurangi risiko terkena diabetes dan penyakit tidak menular. Berikut perubahan gaya hidup yang harus dilakukan sebagaimana dilansir dari laman Timesofindia, Selasa (15/8/2017):

1. Olahraga teratur

Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu Anda mencegah atau mengelola berbagai masalah kesehatan dan kekhawatiran, termasuk stroke, sindrom metabolik, diabetes tipe 2; Hal ini karena aktivitas fisik teratur meningkatkan kolesterol baik HDL dan menurunkan trigliserida yang tidak sehat. Hal ini membuat darah Anda mengalir dengan lancar, sehingga juga mengurangi risiko kardiovaskular.

(Baca Juga: Hari ke-13 Pelaksanaan Imunisasi MR, 12 Juta Anak di Pulau Jawa Sudah Divaksin)

2. Hindari makanan tidak sehat, makanan berlemak dan junk food

Junk food adalah jenis makanan yang tidak memiliki nilai gizi dan tinggi kalori, serta menimbulkan bahaya kesehatan. Rasa enak junk food berasal dari lemak terhidrogenasi yang menyebabkan obesitas, aterosklerosis, hipertensi, diabetes dan penyakit jantung.

3. Estimasi gula darah tahunan setelah usia 35 tahun

Sebelum memikirkan bagaimana cara mencegah diabetes, lakukan pengecekan tahunan gula darah Anda. Ini akan membantu seseorang mencatat jumlah gula darah, sehingga membuat dia sadar berapa banyak makanan dan olahraga secara teratur. Ini akan membuat seseorang sadar akan kebiasaan makan dan rutinitas olahraga dengan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan kadar gula darah tinggi.

(Baca Juga: Pemberian Vaksin MR Aman untuk Anak Sebelum Usia 15 Tahun, Sudah Jaminan Halal dari MUI)

4. Mengelola stres dan perubahan gaya hidup

Mengelola stres pada orang dewasa sangat penting, olahraga teratur dan yoga bisa menjadi cara terbaik untuk melakukannya. Perubahan gaya hidup seperti jam kerja tidak teratur dapat memengaruhi fungsi normal tubuh yang menyebabkan penyakit tidak menular, diabetes salah satunya. Jika didiagnosis dengan diabetes, periksa kaki Anda setiap hari dan carilah perawatan lebih dini jika mengalami cedera kaki.

5. Pertahankan berat badan

Jika semua langkah di atas dilakukan dengan benar, maka menjaga berat badan seharusnya tidak menjadi masalah. Obesitas dan diabetes berjalan beriringan, sehingga menjaga berat badan adalah bagian penting untuk mencegah diabetes.

Berat badan dapat dijaga dengan cara makan yang benar dan berolahraga setiap hari, serta membatasi jumlah asupan makanan. Setiap orang harus menghindari kebiasaan makan berlebihan, karena akan menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.

6. Periksa risiko

Diabetes adalah salah satu penyakit yang juga bisa disebabkan faktor genetik. Risiko Anda menderita diabetes meningkat jika ada riwayat keluarga terkena penyakit ini. Jadi, jangan terlambat dan lakukan medical check up untuk mengurangi risiko.

(Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)

7. Jangan sampai kecanduan alkohol

Alkohol dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi. Asupan alkohol harus dibatasi, 2 gelas per hari untuk pria, sedangkan wanita cukup 1 gelas, sehingga aman dari risiko diabetes.

8. Berhenti merokok

Jadi, inilah alasan terbaik untuk berhenti merokok. Orang yang menderokok cenderung memiliki risiko menderita diabetes 2 kali lipat dibanding non-perokok. Makanya, ucapkan selamat tinggal untuk kebiasaan merokok, karena akan mengurangi risiko diabetes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini