Efek Samping Setelah Imunisasi MR, Anak Hanya Akan Demam dan Ruam!

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 481 1756378 efek-samping-setelah-imunisasi-mr-anak-hanya-akan-demam-dan-ruam-Ov2M3mWXPE.jpg Ilustrasi (Foto: Vancitybuzz)

SETIAP habis divaksin anak pasti akan mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi. Tetapi efek sampingnya tidak membahayakan anak sehingga tetap aman divaksin.

Pemberian vaksin Measles Rubella (MR) telah dilaksanakan oleh pemerintah sejak awal Agustus lalu. Lebih dari 12 juta anak sekolah telah mendapatkan vaksin MR.

(Baca Juga: HOAX, Kabar Viral Anak Lumpuh Akibat Vaksin MR, Menkes: Jangan Besarkan Masalah Ini!)

Kejadian ikutan pasca vaksin yang dialami anak-anak biasanya demam, ruam, hingga kejang. Namun, kejadian pasca imunisasi ini bukanlah diagnosa.

(Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)

Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr dr Hindra Irawan Satari SpA(K) mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kejadian pasca imunisasi yang parah. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping atau gejala setelah disuntik MR.

"Efeknya demam ringan pada campak dari 13 Juta anak, misalnya 5% demam pada 7-12 hari. Nyeri ringan terjadi dalam 24 jam di tempat suntikan. Kalau ruam 2% biasanya juga timbul 7-12 hari. Ada juga efek kejang tapi karena riwayat keluarganya," kata dr Hindra saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

(Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)

dr Hindra menjelaskan, efek samping ini terjadi akibat pemberian vaksin MR yang merupakan virus yang dilemahkan. Sehingga ada reaksi yang dialami anak yang berisiko dengan medik.

(Baca Juga: Hari ke-13 Pelaksanaan Imunisasi MR, 12 Juta Anak di Pulau Jawa Sudah Divaksin)

Kemudian virus tersebut merupakan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga ada reaksi gejala yang membuat anak sakit. Tetapi dosis yang diberikan pada anak telah disesuaikan.

"Vaksin yang diberikan kepada anak kita adalah virus yang dilemahkan. Jadi seperti memberi bibit penyakit yang dilemahkan, sehingga ada reaksi oleh tubuh yang menimbulkan gejala ringan," imbuhnya.

(Baca Juga: Pemberian Vaksin MR Aman untuk Anak Sebelum Usia 15 Tahun, Sudah Jaminan Halal dari MUI)

Namun, kejadian ikutan pasca vaksin tersebut tergolong jarang terjadi. Laporan di lapangan hingga saat ini, efek dari vaksin MR hanya sebagian anak mengalami demam dan ruam saja.

Masyarakat harus tahu, pemberian vaksin MR ini bukan tidak ada tujuan. Pemerintah ingin mengeliminasi kasus campak dan rubella yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Dampak dari kedua virus tersebut cukup fatal bisa menimbulkan kematian, tetapi dapat dicegah.

"Kita ingin sekali Indonesia bebas tuli, buta, jantung bocor dari dampak campak dan rubella ini tahun 2030. Karena itu, masyarakat jangan ragu untuk memberikan vaksin kepada anaknya. Ini sudah terbukti aman kok," simpul dr Hindra.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini