Konsumsi Makanan Pedas, Vlogger Ini Tuli 2 Menit, Apa Sebabnya?

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 481 1756419 konsumsi-makanan-pedas-vlogger-ini-tuli-2-menit-apa-sebabnya-i5wwFGDzj8.jpg Ben Sumadiwiria (Foto: Metro)

SUDAH pernah makan mi dengan 100 cabai mata atau cabai Thailand? Sebaiknya Anda perlu berpikir dua kali jika ingin menerima tantangan tersebut.

Ya, makan mi tersebut termasuk dalam 'tantangan makanan pedas' yang pernah menghebohkan sosial media. Tantangan makan pedas itu menyebabkan seorang vlogger kuliner mengalami tuli selama 2 menit. Apa sebabnya?

Vlogger tersebut bernama Ben Sumadiwiria. Dia mengungkapkan bagaimana efek mengonsumsi makanan pedas dengan ratusan cabai terhadap telinganya.

"Rasa sakit itu sampai ke telinga saya sampai seperti tertutup," kata vlogger kelahiran Jerman yang memiliki darah keturunan Indonesia dari orangtuanya, dikutip Zeenews, Selasa (15/8/2017).

(Baca Juga: Menelan Garam yang Mengandung Serbuk Kaca, Waspada Luka di Organ Dalam!)

Sumadiwiria makan mi dengan 100 cabai dari Thailand. Cabai merah kecil ini memiliki 100.000 dan 200.000 pedas pada skala Scoville yang digunakan untuk mengukur kepedasan, membuat mereka 45 kali lebih pedas daripada cabai jalapeno, jenis cabai yang selama dikenal paling pedas di dunia.

Karena hal itulah mungkin Sumadiwiria mengalami efek yang tidak pernah dibayangkan oleh dirinya sendiri. "Saya tidak bisa mendengar apapun, bung," kata pria yang besar di Inggris tersebut dalam videonya, sesaat sebelum menyiram kepalanya dengan air dingin.

(Baca Juga: Efek Samping Setelah Imunisasi MR, Anak Hanya Akan Demam dan Ruam!)

Sekarang, para ilmuwan telah menemukan alasan di balik ketuliannya, meskipun hanya sementara. Periset mengatakan, tenggorokan dan telinga terhubung oleh saluran yang disebut tabung Eustachius, di mana berfungsi menyamakan tekanan di telingan bagian dalam.

(Baca Juga: Patut Dicoba, 8 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular, Termasuk Diabetes!)

Ketika hidung mulai menghasilkan banyak lendir, maka akan menghalangi Eustachius, kata Michael Goldrich, dari Johnson University Hospital di Amerika Serikat.

"Kemudian, sebagai tanggapan, orang akan merasa bahwa pendengaran mereka sedang menurun. Ini adalah fenomena yang sama, membuat dunia seperti terbungkus katak ketika Anda menderita flu berat," tutur Goldrich.

Kemungkinan penyebab lain

Kemungkinan lain adalah bahwa gangguan pendengaran diakibatkan efek dari hiperstimulasi saraf trigeminal, kata Dr Sam Marzo, ketua Departemen Otolaringologi Loyola Medicine dan ahli dalam gangguan pendengaran. Sensitivitas trigeminal memasok sensasi dan kontrol ke mulut serta wajah, juga menghubungkan ke saraf koklea, yang berperan untuk mentransmisikan informasi pendengaran, tutur Marzo kepada Live Science.

(Baca Juga: HOAX, Kabar Viral Anak Lumpuh Akibat Vaksin MR, Menkes: Jangan Besarkan Masalah Ini!)

Orang yang menderita migrain terkadang kehilangan pendengaran sementara karena overstimulasi saraf trigeminal mengubah permeabilitas pembuluh darah yang memasok saraf koklea. Sesuatu yang serupa bisa terjadi pada Sumadiwiria dengan cabai pedas, ucap Marzo.

"Anda merangsang saraf trigeminal, dan itu menyebabkan perubahan aliran darah di saraf koklea, memberi Anda gangguan pendengaran sementara," jelasnya.

Bila rangsangsan mereda, begitu pula gangguan pendengaran. Tapi, beberapa aliran darah berubah ke saraf koklea bisa menyebabkan kerusakan permanen. Jadi, jika tuli atau gangguan pendengaran tidak mereda dengan cepat, apapun penyebabnya, sebaiknya segera periksa ke dokter.

"Jika Anda makan makanan dan minum obat, lalu merasa mengalami perubahan pada pendengaran atau penglihatan yang tidak membaik, segera dapatkan bantuan ke dokter, jangan menunggu," imbuh Marzo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini