Mata Merah? Waspada, Iritasi Ini Bisa Jadi Gejala Sindrom yang Sering Tidak Terdeteksi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 481 1756498 mata-merah-waspada-iritasi-ini-bisa-jadi-gejala-sindrom-yang-sering-tidak-terdeteksi-kSSJYcz7Ab.jpg Ilustrasi (Foto: Medicalnewstoday)

MENGALAMI masalah pada mata, seperti mata memerah, tapi tidak tahu penyebabnya apa? Rasa gatal yang biasa terjadi pada sakit mata tidak Anda rasakan, tetapi ketika mengedip, mata Anda terasa sangat perih. Bahkan, sampai mengeluarkan air mata saking perihnya.

Bila gejala itu yang terjadi, bisa saja Anda menderita Floody Eyelid Syndrome (FES). Pada penyakit ini, gangguan mata yang terjadi terletak di kelopak mata bagian atas yang mana organ tersebut sangat elastis.

(Baca Juga: HOAX, Kabar Viral Anak Lumpuh Akibat Vaksin MR, Menkes: Jangan Besarkan Masalah Ini!)

Dilansir dari Express, dikutip dari jurnal Optometry Today, hampir 100 persen penderita FES mengalami masalah pada tidur atau biasa disebut sleep apnea obstruktif (OSA). Penyakit ini adalah kelainan yang ditandai dengan gangguan pernapasan saat tidur. Salah satu penyebabnya adalah terhalangnya jalan napas yang dihirup saat tidur.

(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)

Dengan demikian, memiliki FES berarti Anda hampir dipastikan akan menderita kondisi tidur yang kurang baik. Hal tersebut terjadi karena kelopak mata yang bisa berubah dengan mudah, terutama saat Anda tidur hanya pada satu sisi. Dalam jurnal Optometry Today juga dijelaskan, penyebab masalah tersebut karena kongjutiva palpebra atau bagian yang melapisi dalam mata terpapar bantal secara tidak langsung.

Kemudian, salah satu gejala FES yang mudah dikenali adalah pengobatan sakit mata yang tidak kunjung sembuh. Jadi, mata merah terjadi secara berulang dan tidak merespons pengobatan normal. Masalah FES ini, ternyata cukup mirip dengan masalah konjungtivitas menular (sakit mata), blepharitis, atau sekadar mata kering.

(Baca Juga: Duh! 1.000 KIS Salah Sasaran, Ada PNS dan Guru yang Menerima)

Di Inggris sendiri, penderita masalah ini terdata sebanyak 1,5 juta jiwa. Dari angka tersebut 85 persen penderitanya tidak terdiagnosis dengan baik. Makanya, pengobatannya menjadi salah karena kasus yang dihadapi salah.

Pada beberapa kasus, masalah FES juga sering dikaitkan dengan keratoconus dan glukoma. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Opinion in Opthalmology mengungkapkan, FES sering tidak terdiagnosis. Pasalnya, gejala yang terjadi hanya mata merah seperti iritasi dan tukak kornea yang terganggu.

(Baca Juga: Efek Samping Setelah Imunisasi MR, Anak Hanya Akan Demam dan Ruam!)

Peneliti juga menjelaskan bahwa pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan melumasi bagian okular, pemicu masalah kelopak mata atau perisai, dan kadang sampai pada tindakan operasi. Operasi dilakukan bila kondisi matanya sudah sangat tidak sehat. Pandangan sudah kabur dan kondisi mata sudah sangat parah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini