nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mudah Cegah Kanker Usus, Makan Sayur dan Buah Setiap Hari

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 19:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 15 481 1756553 cara-mudah-cegah-kanker-usus-makan-sayur-dan-buah-setiap-hari-hvU2OVTD5M.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

 TINGKAT konsumsi sayur dan buah di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal sayur dan buah adalah makanan yang mengandung banyak serat dan bermanfaat untuk tubuh. Bukan hanya untuk menurunkan berat badan, tapi serat juga berguna untuk memperlancar proses pencernaan sehingga baik untuk usus.

Mengonsumsi lebih banyak serat adalah cara utama untuk mencegah kanker usus. Kanker usus adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja tapi umumnya terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun. Risiko kanker usus bisa mengalami peningkatan apabila terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah serat dan berkalori tinggi serta minum alkohol.

(Baca Juga: HOAX, Kabar Viral Anak Lumpuh Akibat Vaksin MR, Menkes: Jangan Besarkan Masalah Ini!)

Kementerian Kesehatan RI telah menganjurkan pola makan gizi seimbang di mana dalam sekali sajian makan harus terdapat sepertiga makanan pokok, sepertiga sayuran, dan sepertiga lainnya berisi lauk pauk serta buah di atas piring. Sebuah tinjauan yang dipublikasikan di BMJ menyatakan adanya hubungan antara serat makanan dengan risiko kanker usus.

(Baca Juga: Efek Samping Setelah Imunisasi MR, Anak Hanya Akan Demam dan Ruam!)

Para ahli dari Imperial College London menemukan fakta bahwa asupan serat yang tinggi seperti sereal dan biji-bijian berkaitan dengan penurunan risiko kanker usus. Menurut para ahli, setiap makan 10 g serat per hari bisa mengurangi risiko kanker usus sebanyak 10%. Alasan mengapa serat bisa mengurangi risiko kanker usus memang belum bisa sepenuhnya dipahami.

(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)

Tapi para ahli sepakat, serat bisa mencairkan isi kotoran dan meningkatkan frekuensi buang air besar. Dengan begitu, waktu kontak antara bahan kimia berbahaya dengan usus tidak begitu lama. Selain itu, serat yang berinteraksi dengan bakteri di dalam usus bisa mengurangi risiko perkembangan tumor.

Ada dua jenis serat. Pertama, serat yang tidak larut di dalam air. Serat ini membungkus kotoran dan membantunya bergerak lebih cepat sehingga mengurangi risiko sembelit. Sumber serat yang tidak larut adalah gandum utuh yang terdiri dari beras merah, gandum dan dieja, kulit kentang, kacang-kacangan dan serta biji-bijian.

(Baca Juga: Duh! 1.000 KIS Salah Sasaran, Ada PNS dan Guru yang Menerima)

Jenis serat yang kedua adalah serat yang larut dalam air. Serat yang larut ini akan membentuk gel di usus yang membantu menjaga kotoran agar tetap lembut. Hal itu memudahkan proses ekskresi dan menurunkan kolesterol. Serat jenis ini adalah gandum, buncis, apel, dan wortel.

Para ahli menyarankan agar serat tidak dikonsumsi sekaligus banyak melainkan secara bertahap agar perut tidak kembung. Untuk memakan cukup serat, Anda bisa menerapkan diet Mediterania. Selain mengonsumsi serat, masih ada hal yang bisa menurunkan risiko kanker usus yaitu konsumsi ikan dan mengurangi jumlah minuman ringan. Demikian seperti yang dilansir dari Express, Selasa (15/8/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini