Moms, Pahami Remaja Putri Anda! Mitos Sosial Bikin Dia Tak Percaya Diri dan Minder

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 196 1757242 moms-pahami-remaja-putri-anda-mitos-sosial-bikin-dia-tak-percaya-diri-dan-minder-HbqMfTVLbJ.jpg Ilustrasi (Foto: Nextgeneration)

KEHIDUPAN remaja sangat dipengaruhi lingkungan sosialnya. Pergaulan mereka ikut andil dalam membentuk jati diri dan masa depan para gadis-gadis belia.

Sayangnya, lingkungan sosial yang sudah ada membentuk opini tak berdasar tentang standar cantik bagi gadis remaja. Mereka yang tengah mengalami masa pubertas dihadapkan dengan realita bahwa cantik menurut pandangan umum adalah berkulit putih, rambut panjang lurus terurai, dan tinggi semampai. Sehingga di luar kategori itu tak mendapat tempat bagi mereka untuk eksis. Padahal, masa remaja adalah masa di mana mereka juga menunjukkan diri dan diakui.

Baca Juga: Ajarkan Disiplin pada si Kecil, Moms Hindari Menyebut Kata "Sekarang" Ya!

Adanya standar umum yang menjadi mitos ini seringkali membuat remaja frustasi dan berusaha mengubah penampilan agar dapat menyesuaikan diri dengan standari sosial. Di beberapa belahan dunia banyak remaja tak puas dengan bentuk fisik mereka. Sehingga para remaja melakukan perawatan tubuh berlebih, diet ketat tanpa aturan, hingga operasi pelastik.

Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana bahkan menyebut, langkah remaja mengubah penampilan fisik dengan operasi pelastik kadang didukung oleh orangtuanya.

"Pada dasarnya remaja akan mengalami perubahan besar dalam hidup. Perubahan ini akan berujung pada timbulnya rasa stres, kegelisahan, ketidakpastian dan ketakutan, sehingga. Pada kasus tertentu seperti penampilan, menyebabkan mereka berupaya keras mengIkuti standar tersebut," kata Vera saat ditemui Okezone belum lama ini di Jakarta.

Baca Juga: Ingat Moms, Ini Sederet Jenis Foto Anak yang Tidak Boleh Diunggah ke Media Sosial

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, preferensi untuk kulit yang lebih terang terjadi di Asia, termasuk Indonesia. Gadis remaja dengan kulit 'lebih putih atau lebih cerah' dapat menikmati pengaruh kuat dalam kehidupan sosial mereka.

"Di sinilah rasa percaya diri, apakah dia merasa cantik atau tidak akan sangat mempengaruhi perasaan. Oleh sebab itu, mitos standar kecantikan itu harus didobrak guna mendorong gadis muda untuk percaya diri terlepas dari jenis kulit mereka, sambungnya.

Sementara itu, Vlogger remaja, Abel Cantika membenarkan banyak gadis remaja Indonesia berpikir bahwa mereka akan tampil lebih menarik jika memiliki kulit yang lebih putih. Lingkup luas media sosial semakin menghakimi dalam hal daya tarik. Harga diri seseorang dirusak hanya dikarenakan oleh banyaknya jumlah suka (likes) atau kurangnya respons terhadap foto (selfie) mereka.

Baca Juga: Sulit Memaafkan Diri Sendiri, Pakai Terapi dari Media Sosial Saja, seperti Apa Ya?

"Sangat menyedihkan melihat banyak gadis remaja seusia saya yang memiliki warna kulit lebih gelap, terjebak dalam mitos sosial yang mengatakan bahwa hanya anak perempuan dengan kulit putih yang akan lebih sukses. Hal ini menyebabkan rasa kurang percaya diri dalam hidup mereka karena mereka akan merasa tidak cukup cantik. Saya ingin mengubah ini dan mengajak teman-teman sesama remaja putri bangga dengan fisik mereka secara lahiriah karena setiap orang unik, ditambah jika punya kelebihan diri dalam suatu bidang," paparnya.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini