Makanan di Pesawat Terasa Hambar dan Tidak Enak, Ini Penjelasannya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 298 1756793 makanan-di-pesawat-terasa-hambar-dan-tidak-enak-ini-penjelasannya-qroywFOkeu.jpg Makanan dalam pesawat (Foto: Foodandwine)

BAGI sebagian orang yang sering melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat sebagai alat transportasi, acara menyantap makanan yang disajikan di pesawat mungkin jadi salah satu momen yang tidak terlalu berkesan.

Pasalnya, tidak dipungkiri memang menu makanan yang disajikan di dalam pesawat tersebut khususnya untuk kelas ekonomi lebih sering hadir dengan cita rasa yang hambar dan sangat tidak menggugah selera.

Kondisi familiar tersebut, bahkan membuat koki kenamaan dunia, Gordon Ramsay mengaku bahwa dirinya pribadi tidak akan pernah mau untuk menyantap menu makanan yang disajikan di pesawat.

BACA JUGA:

Makanan yang Ada di Pesawat Bumbunya Ditingkatkan 20 Persen biar Makin Lezat!

TERUNGKAP, Pramugari Ternyata Benci kalau Penumpang Pesan Minuman Bersoda saat Penerbangan

"Bagaimanapun situasinya, aku tidak akan mungkin mau makan makanan di pesawat. Aku bekerja selama sepuluh tahun untuk perusahaan maskapai penerbangan, jadi aku sendiri paham betul bagaimana proses makanan di dalam pesawat bisa sampai disajikan kepada penumpang. Mulai dari mana bahan makanan itu didapat, sampai akhirnya bisa tersaji di dalam pesawat," ungkap Gordon kala diwawancara Refinery29, belum lama ini.

Lalu, sebetulnya faktor-faktor apa saja sih yang membuat hidangan makanan di pesawat hadir dengan cita rasa yang hambar sehingga kurang menarik untuk dikonsumsi?

Sebagaimana dikutip Foodandwine, Rabu (16/8/2017) jawabannya adalah karena menu makanan di pesawat sejatinya memang sudah dipersiapakan terlebih dahulu, lalu disimpan di dalam rak, baru kemudian dihangatkan kembali di udara.

Disebutkan lebih lanjut, sebelum lepas landas semua sajian makanan yang akan dibawa masuk ke dalam pesawat akan disiapkan terlebih dahulu di darat, baru saat waktunya dihidangkan para awak kabin akan menghangatkan "pre-made meals" tersebut. Belum lagi faktor-faktor lain seperti kondisi di dalam pesawat, tekanan udara, akan menjadi kombinasi pendukung lainnya mengapa hidangan makanan di pesawat jarang yang hadir dengan cita rasa lezat yang menggugah selera makan.

"Hidangan semuanya sudah dipersiapkan di darat, sebelum lepas landas kemudian disimpan di dalam rak sekian jam, lalu baru dipanaskan kembali dengan kondisi lingkungan area sekitar yang jauh dari kata ideal. Hal-hal inilah, yang memberikan kontribusi kenapa makanan di pesawat itu rasanya tidak enak," ungkap Charles Spence, profesor dari University of Oxford.

Guillaume de Syon, seorang profesor dari Albright College, Pennsylvania menambahkan, sejatinya penyajian makanan di pesawat juga tidak ubahnya dengan cara penyajian di restoran cepat saji. Mengingat para awak kabin, harus memberikan hidangan makanan tersebut terhadap ratusan penumpang dalam waktu yang singkat. Sehingga akhirnya, membuat awak kabin melakukan sederet cara untuk mencegah makanan menjadi kering, misalnya dengan mengaduk segala bentuk menu makanan yang hadir dalam bentuk tekstur cairan.

BACA JUGA:

Sebaiknya Makan atau Tidak di Pesawat? Ini Kata Ahli Gizi

Minuman Es Soda Kola Butuh Waktu Lebih Lama saat Disajikan di Atas Pesawat, Kira-Kira Kenapa Ya?

Sementara itu, disebutkan pula bahwa makanan baru dibuat di dalam pesawat sebelum pesawat lepas landas pun tidak menjamin akan mempunyai rasa yang enak. Pasalnya, kombinasi dari udara yang kering karena berada di ketinggian ribuan kaki di atas permukaan laut, tekanan udara yang rendah, hingga suara mesin yang kencang. Sedikit banyak menekan kemampuan untuk mencium aroma dan merasakan makanan dengan maksimal.

Di mana kemampuan untuk bisa menghirup aroma makanan ini adalah faktor penting untuk bisa merasakan cita rasa makanan yang disajikan, sedangkan tekanan udara yang rendah dan suara bising dari mesin pesawat akan memperparah keadaan karena mengurangi kemampuan indera perasa untuk merasakan rasa asin dan manis dalam makanan. Kondisi inilah yang membuat para katering maskapai penerbangan, biasanya harus menambahkan sekitar 30 persen gula dan garam ke dalam sajian makanan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini