Tepuk Tangan! Festival Ini Bikin Telur Dadar Raksasa Terbuat dari 10 Ribu Telur Ayam

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 298 1756946 tepuk-tangan-festival-ini-bikin-telur-dadar-raksasa-terbuat-dari-10-ribu-telur-ayam-mKO3C4Jqxw.jpg Telur dadar raksasa (Foto:Star2)

OMELET atau telur dadar merupakan salah satu jenis makanan yang sering disajikan sebagai menu sarapan pagi. Selain praktis untuk diolah, omelet juga menawarkan cita rasa gurih yang menggugah selera. Tidak hanya itu, hidangan ini mengandung protein dan nutrisi lainnya yang dapat menjaga stamina Anda selama beraktivitas.

Berbicara soal omelet, baru-baru ini sebuah kota kecil di Belgia, Malmedy, berhasil membuat omelet raksasa yang diolah menggunakan lebih dari 10.000 telur ayam. Tradisi membuat omelet raksasa ini ternyata sudah berlangsung selama kurang lebih 22 tahun terakhir, dan selalu diselenggarakan di Kota Malmedy yang terletak di perbatasan Jerman.

BACA JUGA:

HARI MERDEKA: Bikin 2 Makanan Lezat Bertema Merah Putih, Mau Puding atau Jus

Selain Memperpanjang Umur, Ini yang Terjadi Jika Anda Rajin Mengonsumsi Makanan Pedas

“Saya tidak memiliki masalah mengumpulkan ribuan telur untuk festival ini. Tetapi belakangan memang sedikit berbeda,” kata Benedicte Mathy, presiden World Giant Omellete Brotherhood cabang lokal, kepada AFP, sebagaimana dilansir dari Star 2, Selasa (15/8/2017).

Hal ini memang sempat menarik perhatian, pasalnya Eropa tengah menghadapi isu kontaminasi telur yang juga dikenal dengan sebutan insecticide fipronil. Belgia dan Belanda menjadi dua dari negara di Eropa yang mengalami krisis tersebut. Beberapa waktu lalu, jutaan telur terpaksa dikeluarkan dari rak supermarket karena terindikasi .

Mathy yang telah menyelenggarakan World Giant Omellete Brotherhood selama lebih dari 20 tahun ini menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah tindakan pencegahan, khususnya saat mengumpulkan telur yang akan digunakan.

“Kami telah mengatur persediaan yang akan kami gunakan setelah festival ini berlangsung. Selain itu, 8.000 telur yang digunakan notabennya berasal dari peternakan yang berada 40 km dari tempat ini, sehingga kualitasnya dapat dipastikan terjaga,” tambah Mathy.

BACA JUGA:

URBAN FOOD: Makan Nasi dengan Telur Sambal Terasi Rasanya Sudah Luar Biasa, Juga 2 Resep Lainnya

HARI MERDEKA: Soto Tangkar, Lahir dari Keinginan Masyarakat Pribumi Menjajal Lezatnya Olahan Daging di Rumah Para Meneer Belanda

Sementara sisanya berasal dari dua jaringan supermarket yang ikut mensponsori acara tersebut. Kedua sponsor ini bahkan tidak keberatan jika harus mengambil risiko bahwa pihaknya akan ikut terpublikasi festival omelete ini, meski isu kontaminasi telur masih santer terdengar.

“Yang terpenting adalah kita bisa meyakinkan masyarakat bahwa telur yang digunakan aman,” jelas Mathy.

Tahun lalu, World Giant Omellete Brotherhood berhasil memecahkan rekor kunjungan mencapai 7.000 pengunjung. Festival yang diselenggarakan setiap 15 Agustus itu berhasil menarik perhatian para pengunjung untuk ikut melihat proses pengolahan omelete raksasa di atas wajan berdiameter 4 meter yang diletakkan di alun-alun kota.

Untuk tahun ini, Mathy mengatakan bahwa masyarakat setempat tetap antusias mendukung festival yang telah diselenggarakan sejak tahun 1990-an itu. “Semua orang mempercayakan ini kepada kami. Karena tidak ada seorang pun yang bisa menyelenggarakan sebuah festival seperti kami, tanpa melakukan tindakan pencegahan yang ketat,” tutup Mathy.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini